Buleleng, Gesuri.id– Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menegaskan komitmennya untuk mengawal berbagai usulan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, ke pemerintah pusat.
Langkah ini penting guna menanggulangi potensi bencana alam sekaligus memperkuat kerukunan umat beragama di wilayah tersebut.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Selly mengungkapkan, Kabupaten Buleleng memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga ancaman kekeringan saat musim kemarau. Oleh karena itu, kesiapan sarana dan prasarana penanganan bencana harus menjadi perhatian bersama.
"Wilayah Buleleng ini sangat rawan bencana. Bahkan saat musim kemarau, warga juga mengalami kekeringan. Pj. Bupati menyampaikan bahwa mereka membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat, terutama BNPB, dan kami di Komisi VIII sepakat untuk memperjuangkannya," ujar Selly usai Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII di Kantor Bupati Buleleng, Jumat (9/11).
Selain isu kebencanaan, politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan ini juga menyoroti pentingnya perhatian Kementerian Agama terhadap pembinaan kehidupan beragama di Buleleng. Menurutnya, Buleleng memiliki tradisi toleransi yang kuat dan berpotensi menjadi percontohan nasional.
Baca: Berita kumpulan ganjar pranowo hari ini
Kuatnya kerukunan di Buleleng tak lepas dari tradisi kearifan lokal Nyama Braya—semangat persaudaraan yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat sehingga perbedaan keyakinan tidak menjadi pembatas dalam kehidupan sehari-hari.
"Pemerintah daerah berharap Buleleng mendapat perhatian lebih dari Kementerian Agama. Mereka ingin Buleleng menjadi miniatur atau percontohan kerukunan umat beragama bagi wilayah lain di Indonesia," pungkasnya.

















































































