Ikuti Kami

Sikat Habis TBC di Rembang, Edy Wuryanto Desak Tracing Total hingga Tingkat Keluarga

Penanganan TBC tidak boleh hanya berfokus pada pasien, melainkan wajib menjangkau anggota keluarga.

Sikat Habis TBC di Rembang, Edy Wuryanto Desak Tracing Total hingga Tingkat Keluarga
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto.

Rembang, Gesuri.id – Upaya pemberantasan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Rembang kini memasuki babak baru dengan strategi deteksi dini dan penanganan menyeluruh. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menegaskan bahwa penanganan TBC tidak boleh hanya berfokus pada pasien, melainkan wajib menjangkau anggota keluarga yang melakukan kontak erat melalui pendampingan intensif.

​Hal tersebut disampaikannya dalam sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama Kementerian Kesehatan di Gedung Serbaguna Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Minggu (12/7/2026). 

Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa

Kegiatan edukasi pencegahan penyakit menular ini diikuti oleh ratusan warga dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Fahrudin, serta sejumlah anggota DPRD setempat.

​Edy mengungkapkan, Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menyerahkan bantuan strategis berupa alat rontgen portabel (mobile) dan mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) kepada Pemerintah Kabupaten Rembang. Alat-alat ini diharapkan menjadi senjata utama untuk mempercepat proses deteksi dan diagnosis TBC langsung di tengah masyarakat.

​"Beberapa waktu lalu saya dan Wamenkes ke sini untuk memberikan alat rontgen mobile dan alat TCM (Tes Cepat Molekuler). Data penderita TBC di Dinas Kesehatan Rembang akan di-tracking, dicek lagi foto rontgen-nya, termasuk keluarganya," ujar Edy yang juga aktif sebagai akademisi di Universitas Muhammadiyah Semarang ini.

​Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, lanjut Edy, akan bergerak cepat menindaklanjuti seluruh data penderita TBC yang telah tercatat. Petugas kesehatan bakal diterjunkan untuk melakukan pelacakan, pemeriksaan rontgen, hingga skrining bagi anggota keluarga yang berisiko tinggi tertular.

​Jika hasil rontgen menunjukkan indikasi kuat TBC, pasien akan langsung menjalani uji TCM untuk memastikan diagnosisnya. Setelah dipastikan positif, penderita beserta keluarganya akan mendapatkan penanganan medis secara komprehensif hingga dinyatakan benar-benar sembuh.

​"Bahkan kalau statusnya meragukan atau tidak menderita (namun berisiko tinggi), akan tetap diberikan terapi khusus. Nama programnya Terapi Pencegahan TBC (TPT)," tegas Edy.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo yang Jarang 

​Lebih lanjut, politisi senayan ini menekankan bahwa penanggulangan TBC merupakan salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI. Keseriusan ini dibuktikan dengan lonjakan anggaran penanganan TBC secara nasional yang naik signifikan dari Rp2 triliun menjadi Rp4 triliun.

​Untuk memaksimalkan anggaran dan fasilitas tersebut, Edy meminta Dinas Kesehatan setempat bergerak jemput bola dengan mengoptimalkan layanan rontgen keliling (mobile). Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi mengantre di puskesmas atau rumah sakit.

​"Pelayanan harus dipermudah, bisa menjangkau balai desa maupun lokasi umum lainnya yang dekat dengan warga," tambahnya.

​Melalui langkah agresif ini, pemerintah berharap mata rantai penularan TBC di Rembang dapat diputus lebih cepat. Deteksi dini dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan angka kesembuhan sekaligus melindungi masyarakat luas dari ancaman penyakit menular ini.

Quote