Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyatakan dukungannya terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto kepada para perwira remaja TNI dan Polri agar tidak memiliki loyalitas korps yang mengalahkan kepentingan bangsa. Menurutnya, setiap prajurit harus menempatkan kesetiaan kepada negara dan rakyat sebagai prinsip utama dalam menjalankan tugas.
“Dalam doktrin yang disampaikan kepada seluruh prajurit TNI dan Polri, ya, saya tekankan pada TNI ya, itu mereka itu adalah Tentara Nasional. Ya. Kemudian artinya apa? Yaitu mereka berjuang dan mengabdi untuk negara. Ya, begitu. Bukan mengabdi untuk satuannya. Sehingga dia dituntut loyalitasnya hanya kepada negara,” kata TB Hasanuddin, dikutip Sabtu (25/7/2026).
TB Hasanuddin menjelaskan, dalam doktrin TNI setiap prajurit merupakan tentara nasional yang bertugas mengabdi kepada negara, bukan kepada satuan maupun korps tempat mereka berdinas. Karena itu, loyalitas prajurit harus selalu diarahkan kepada kepentingan bangsa dan negara.
Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut, apabila loyalitas hanya ditujukan kepada satuan, maka terdapat risiko kesetiaan bergeser kepada atasan atau komandannya semata. Padahal, seluruh proses pendidikan hingga penghasilan prajurit berasal dari rakyat sehingga pengabdiannya harus dipersembahkan kepada negara.
“Presiden mengingatkan bahwa kalian itu adalah prajurit TNI yang dibiayai oleh rakyat mulai dari pendidikan. Digaji oleh rakyat, sehingga dituntut kesetiaan itu hanya pada rakyat,” tuturnya.
TB Hasanuddin menilai pesan Presiden Prabowo sangat penting disampaikan kepada para perwira remaja yang baru memulai pengabdian di berbagai satuan. Menurutnya, mereka akan menghadapi berbagai tantangan dan godaan dalam menjalankan tugas sehingga perlu memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa.
Ia juga mengingatkan agar para perwira tidak mengagung-agungkan korps secara berlebihan. Menurutnya, fanatisme yang berlebihan dapat mengaburkan objektivitas seorang prajurit dan berpotensi memunculkan sikap membela korps secara membabi buta.
“Dan juga, hati-hati juga, ya, karena kalau terlalu, ya, mengagung-agungkan korps, itu nanti menjadi gelap mata, sehingga sering terjadi para perwira muda itu membela korps dengan buta,” ujarnya.
TB Hasanuddin menegaskan, fanatisme korps yang tidak terkendali dapat memicu konflik antarsatuan, mulai dari perkelahian hingga baku tembak yang pada akhirnya hanya merugikan negara.
“Iya, sehingga terjadi perkelahian, tembak-menembak dengan korps lain. Ya untuk apa, kan enggak ada gunanya. Yang rugi kan negara,” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kepada para perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prastya Perwira (Praspa) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7). Presiden menekankan pentingnya profesionalisme, soliditas, serta menegaskan bahwa tidak boleh ada loyalitas korps yang mengalahkan kepentingan bangsa dan negara.
















































































