Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Wibowo Prasetyo, menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bentuk tanggung jawab penuh negara untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan layak tanpa terkendala kondisi ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Wibowo saat menyerahkan sertifikat penerima PIP jalur aspirasi dalam kegiatan silaturahmi dan reses di MI Ash Sholih Penungkulan, Kabupaten Purworejo, Sabtu (24/10).
Legislator dari Dapil Jawa Tengah VI tersebut menekankan agar bantuan pendidikan ini benar-benar tepat sasaran dan berfokus pada kebutuhan dasar belajar siswa.
“PIP bukan hadiah dari anggota DPR, melainkan program negara yang kami perjuangkan agar manfaatnya menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan. Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena orang tuanya kesulitan membeli seragam, sepatu, atau perlengkapan sekolah,” tegas Wibowo.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Ia mengingatkan para orang tua penerima manfaat untuk bijak dan disiplin memanfaatkan dana PIP sesuai peruntukannya.
Di saat yang sama, Wibowo meminta pihak madrasah turut mengawal proses pengurusan hingga pencairan bantuan agar berjalan transparan dan bebas dari pungutan tak semestinya.
Baca: Kupas Tuntas Kisah Ganjar Pranowo saat Jadi Anggota DPR RI
Tak hanya soal finansial pendidikan, Wibowo juga menyoroti tantangan penguatan pendidikan madrasah di era kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan pesatnya teknologi digital. Menurutnya, lembaga pendidikan kini dituntut melahirkan generasi yang adaptif tanpa mengikis akhlak.
“Anak-anak kita akan menghadapi dunia yang berbeda dengan generasi orang tuanya. Karena itu, pendidikan harus membekali mereka dengan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas untuk beradaptasi, tanpa kehilangan akhlak serta nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Respons positif disampaikan Kepala MI Ash Sholih Penungkulan, Supangat, S.Pd.I. Ia mengapresiasi perhatian dan jalur aspirasi PIP yang diperjuangkan Wibowo bagi jajaran pendidikan madrasah di daerahnya.
“Bantuan ini sangat berarti untuk meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memacu semangat belajar siswa. Dukungan terhadap madrasah seperti ini sangat penting agar pelayanan pendidikan kami bisa terus berkembang,” ujar Supangat.

















































































