Denpasar, Gesuri.id — Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, menyoroti secara tajam ancaman perubahan iklim dan dampak abrasi di Pantai Kuta, Badung, Bali.
Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak memandang penanganan wilayah pesisir Indonesia seperti negara benua.
"Orang-orang pintar di lembaga dan kementerian harus memahami bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Jadi, jangan berpikir seperti menangani benua atau daratan kontinental," tegas Megawati saat meninjau langsung kondisi pesisir Kuta, Minggu (11/10).
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Dalam keterangan resmi Pemprov Bali, Megawati menekankan bahwa persoalan pemanasan global sudah dibahas sejak puluhan tahun lalu. Karena itu, generasi penerus dan pemangku kebijakan dituntut melahirkan solusi nyata yang komprehensif, bukan sekadar penanganan sementara.
"Ingat, ancaman dari global warming dan pencairan es di kutub kian terasa bagi negara kepulauan seperti Indonesia," ujarnya.
Megawati juga meminta BRIN dan seluruh instansi terkait untuk segera meruntuhkan ego sektoral. Menurutnya, penanganan abrasi harus berbasis ilmu pengetahuan yang berpadu selaras dengan kearifan lokal Bali.
"Jadi, kerjanya jangan sepotong-sepotong," cetusnya sembari mendorong penerapan filosofi Tri Hita Karana guna menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.
Garis Pantai Menyusut 1,9 Meter per Tahun
Pernyataan tegas Megawati ini berlatar belakang kondisi Pantai Kuta yang kian mengkhawatirkan akibat cuaca ekstrem dan terjangkan gelombang tinggi. Data Pemprov Bali mencatat, laju kemunduran garis pantai di kawasan wisata favorit tersebut mencapai 1,9 meter per tahun. Hal ini membuat area berpasir semakin menyempit serta merusak sejumlah fasilitas publik, seperti jalur pejalan kaki dan tembok pembatas.
Menanggapi arahan Megawati, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum (PU) Bidang Hubungan Antarlembaga, Triono Junoasmono, memaparkan bahwa sekitar 30 persen dari total garis pantai Bali sepanjang 1.300 kilometer telah terdampak abrasi.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
"Dari jumlah tersebut, kami masih menyisakan PR sepanjang 85 kilometer untuk ditangani. Mudah-mudahan dengan kunjungan Ibu Ketua Dewan Pengarah BRIN dan pihak terkait, penanganan ini bisa segera diselesaikan," tutur Triono.
Saat ini, pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur pemecah gelombang (breakwater) di sisi selatan Pantai Kuta untuk meredam energi ombak sekaligus melindungi aset strategis pariwisata Bali secara berkelanjutan.
Dalam peninjauan tersebut, Megawati didampingi oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, Wakil Kepala BRIN Prof. Amarulla Octavian, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, serta jajaran pejabat Pemkab Badung.

















































































