Bekasi, Gesuri.id – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, S.PWK, menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL, KA Argo Bromo, dan sebuah taksi listrik di perlintasan Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Menanggapi insiden yang memakan korban jiwa dan luka-luka tersebut, Sofwan mengeluarkan pernyataan resmi yang menekankan tiga poin krusial:
Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Sofwan mendesak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk memberikan dedikasi penuh dalam pelayanan medis bagi para korban yang kini tengah dirawat di rumah sakit. Ia menegaskan tidak boleh ada kendala birokrasi yang menghambat kesembuhan korban.
"Dalam situasi darurat, tidak boleh ada faktor apa pun yang menghambat penanganan medis, termasuk kendala administrasi maupun pembiayaan asuransi. Semua harus dipermudah," tegas Sofwan.
Ia meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera mengusut tuntas penyebab kecelakaan beruntun tersebut.
Sofwan menyoroti dua poin utama dalam investigasi:
- Pemicu Tabrakan Beruntun: Menggali kronologi detail keterlibatan KRL, taksi, dan KA Argo Bromo.
- Kegagalan Sistem Monitoring: Sofwan mempertanyakan mengapa sistem digital atau petugas di lapangan gagal mendeteksi posisi KA Argo Bromo sehingga menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti.
"Sistem mitigasi di stasiun padat yang melayani KRL sekaligus kereta jarak jauh harus dievaluasi total. Mengapa deteksi dini gagal mengantisipasi tabrakan ini?" lanjutnya.
Poin ketiga yang menjadi sorotan adalah dugaan kendala teknis pada armada taksi listrik yang terlibat. Sofwan meminta Kemenhub menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai seringnya gangguan pada model kendaraan tersebut.
Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo
Investigasi ini diperlukan untuk memastikan apakah taksi yang tertabrak tersebut berhenti di tengah perlintasan akibat kegagalan sistem kendaraan atau faktor lain.
"Jika ditemukan indikasi masalah sistemik, perlu dilakukan inspeksi menyeluruh terhadap armada sejenis demi menjamin keamanan masyarakat," pungkas legislator asal PDI Perjuangan tersebut.

















































































