Ikuti Kami

Wayan Sudirta Dukung Pembentukan TGPF Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Wayan Sudirta: Masalah kedua, mendorong Presiden untuk membentuk tim pencari fakta.

Wayan Sudirta Dukung Pembentukan TGPF Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. (Foto : Siaran Pers KontraS)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Wayan Sudirta, menyatakan dukungannya terhadap usulan pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus.

“Masalah kedua, mendorong Presiden untuk membentuk tim pencari fakta. Adik-adik, ini kan political will. Bukan soal boleh dan tidak boleh. Boleh! Karena sudah ada preseden terdahulu, sudah ada contoh-contoh baik yang bisa ditiru,” ucap Wayan dalam rapat yang digelar di Gedung DPR RI, dikutip Kamis (2/4/2026).

Usulan pembentukan TGPF tersebut sebelumnya disampaikan oleh Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR. Ia meminta dorongan dari DPR agar Presiden Prabowo Subianto bersedia membentuk tim independen guna mengusut tuntas kasus tersebut.

“TGPF yang dulu yang begitu bagus hasilnya, kenapa itu tidak dijadikan contoh baik untuk ditiru? Oleh karena itu, bangun jaringan yang lebih luas. Presiden kita sangat tanggap. Kalau kita menyaksikan bagaimana wartawan diundang ke istana, tokoh-tokoh politik diundang di Istana, artinya Presiden ingin mendengar sebanyak-banyaknya,” tambahnya.

Wayan juga mengingatkan agar pihak KontraS tidak berburuk sangka terhadap Presiden. Ia menilai peluang pembentukan TGPF tetap terbuka jika aspirasi publik terus menguat.

“Jangan buruk sangka dulu. Jangan buruk sangka dulu. Berpikir positif dulu,” ucap Wayan.

“Tapi apa yang sudah kita dapatkan ini belum memadai, teruslah berjuang. Kalau nanti, mohon maaf tanda petik, aspirasi masyarakat meluas, mohon maaf tanda petik, tekanan masyarakat menjadi keras., ini bukan mimpi dan khayalan,” tambahnya.

Wayan menegaskan secara pribadi dirinya mendukung penuh pembentukan TGPF guna mengungkap kasus tersebut secara transparan dan akuntabel.

“Mudah-mudahan TGPF bisa terkabulkan. Saya pribadi mendukung,” tandasnya.

Sebagai informasi, Andrie disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam. Belakangan, Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia mengungkap bahwa tiga perwira dan satu bintara anggota BAIS TNI menjadi terduga pelaku dalam kasus tersebut.

Akibat insiden ini, Kepala BAIS TNI, Yudi Abrimantyo, menyerahkan jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Quote