Ikuti Kami

Dameria Pangaribuan ke Pemuda: Tidak Ada Kesuksesan Tanpa Kerja Keras, Kreatif Dalam Berusaha

Dameria menjelaskan kreativitas menjadi salah satu modal dasar dalam pengembangan usaha selain keterampilan dan akses permodalan.

Dameria Pangaribuan ke Pemuda: Tidak Ada Kesuksesan Tanpa Kerja Keras, Kreatif Dalam Berusaha
Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PDI Perjuangan, Dameria Pangaribuan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PDI Perjuangan, Dameria Pangaribuan, menegaskan bahwa kerja keras dan kreativitas merupakan kunci utama yang harus dimiliki generasi muda untuk meraih kesuksesan. 

Hal itu disampaikannya saat melaksanakan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kepemudaan di Jalan Bunga Baldu, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

“Hal yang perlu ditekankan kepada para pemuda adalah bahwa, tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras, kreatif dalam berusaha,” kata Dameria, dikutip Sabtu (18/7/2026).

Dalam sosialisasi tersebut, Dameria menjelaskan kreativitas menjadi salah satu modal dasar dalam pengembangan usaha selain keterampilan dan akses permodalan. Menurutnya, sebagai agen perubahan, generasi muda harus mampu memanfaatkan berbagai peluang untuk meningkatkan kapasitas diri dan mengembangkan usaha.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai salah satu persoalan yang dihadapi kalangan muda saat ini adalah anggapan bahwa kemajuan teknologi informasi dapat memudahkan seseorang memperoleh penghasilan secara instan. Padahal, menurutnya, teknologi hanya akan memberikan manfaat apabila diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

“Anak-anak muda sekarang banyak terlena dengan unggahan-unggahan mengenai kesuksesan pada media sosial. Namun mereka lupa, bahwa para orang-orang yang sukses tersebut adalah mereka yang bekerja keras dan salah satu bagian dari kerja kerasnya tersebut adalah memanfaatkan kemajuan tekonolgi informasi untuk semakin berkembang,” ujarnya.

Dameria mengatakan anggapan tersebut membuat tidak sedikit anak muda hanya menjadi penonton atas keberhasilan orang lain dan menganggap kesuksesan dapat diraih tanpa proses. 

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak agar terhindar dari sikap malas dan pengaruh negatif perkembangan teknologi.

“Maka dari itu, kepada para orangtua juga harus menegaskan kepada anak-anaknya untuk menghilangkan sifat-sifat malas. Salah satu efek negatif lain dari adanya anggapan bahwa sukses itu bisa diraih dengan instan adalah anak-anak muda terjebak dalam permainan-permainan game online bahkan terlibat judi online,” ungkapnya.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Jonris Purba, menjelaskan Ranperda Kepemudaan mengatur kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan berbagai institusi dalam pengembangan kapasitas, pembinaan mental, serta pemberdayaan generasi muda. 

Menurutnya, potensi besar yang dimiliki pemuda harus diarahkan pada kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Ranperda kepemudaan ini untuk mengatur kewajiban dari pemerintah dalam penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan pemuda. Pemerintah berkewajiban untuk memberikan pendidikan untuk membangkitkan semangat nasionalisme pemuda, berkewajiban untuk memberikan berbagai pelatihan keterampilan hingga mengembangkan usaha-usaha yang dirintis oleh para pemuda dengan menyambungkan mereka ke dunia permodalan,” jelasnya.

Jonris menambahkan, Ranperda Kepemudaan nantinya diharapkan menjadi pedoman penting dalam memastikan para pemuda Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan mampu membawa perubahan bagi bangsa.

“Dengan Ranperda ini, maka masing-masing pihak memahami hak dan kewajiban masing-masing. Kita optimis, ranperda ini menjadi salah satu rujukan penting dalam mewujudkan program Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Quote