Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mengajak umat Islam menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M sebagai momentum refleksi untuk memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, serta menebarkan kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Mari kita jadikan momentum perjalanan agung (Isra’ dan Mi’raj) Baginda Rasulullah SAW ini sebagai pengingat untuk terus memperkuat iman dan taqwa, memperbaiki ibadah shalat, dan menebar kebaikan bagi sesama. Semoga keberkahan senantiasa menyertai langkah kita semua,” kata Prof. Rokhmin, dikutip pada Sabtu (17/1/2026).
Sebagai tokoh nasional yang aktif di berbagai bidang, Rektor Universitas UMMI Bogor tersebut menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan pelajaran spiritual yang relevan sepanjang zaman.
Perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha menjadi simbol kedekatan hamba dengan Sang Khalik, sekaligus penegasan pentingnya ibadah shalat sebagai tiang agama.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Prof. Rokhmin mengajak masyarakat menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kualitas diri, serta menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Isra’ Mi’raj mengajarkan kita bahwa kekuatan iman dan kualitas ibadah adalah fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan memperbaiki shalat, kita memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Dengan menebar kebaikan, kita memperkuat hubungan dengan sesama manusia,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, yakni ketaatan, kesabaran, dan pengabdian kepada Allah SWT, memiliki pesan universal yang relevan bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global, baik di bidang ekonomi, lingkungan, maupun sosial budaya.
Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini diharapkan menjadi titik refleksi bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkokoh ukhuwah, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
Sebagai tokoh yang aktif dalam bidang kelautan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan, Prof. Rokhmin menegaskan bahwa spiritualitas tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Momentum Isra’ Mi’raj, menurutnya, harus menjadi dorongan untuk memperkuat kepedulian sosial, menjaga kelestarian alam, dan membangun ekonomi yang berkeadilan.
“Semoga Isra Mi’raj 1447 H ini membawa keberkahan bagi seluruh umat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menjadi energi positif untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 tersebut.
Dalam pesannya, Prof. Rokhmin juga mengajak seluruh umat Islam di Indonesia menjadikan Isra’ Mi’raj sebagai momentum memperdalam makna ibadah sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan dalam membangun negeri.
“Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa monumental dalam sejarah Islam, tetapi juga sumber inspirasi bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas spiritual, moral, dan sosial. Semoga peringatan ini menjadi pengingat bahwa shalat adalah tiang agama sekaligus fondasi peradaban yang berkeadilan dan berkeadaban,” pungkas Ketua Dewan Pakar ASPEKSINDO.

















































































