Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri Perdagangan, BUMN, dan Investasi, Darmadi Durianto, mengucapkan Dirgahayu ke-53 PDI Perjuangan.
"53 tahun bukan sekadar angka. Ia adalah jejak panjang pengabdian, keteguhan ideologi, dan keberanian untuk terus berdiri di sisi rakyat, dalam suka maupun duka," ungkapnya, Sabtu (10/1).
Menurutnya, PDI Perjuangan lahir dari semangat perlawanan terhadap ketidakadilan dan tumbuh bersama denyut nadi rakyat kecil. Dari desa hingga kota, dari ladang hingga pabrik, dari suara yang kerap diabaikan hingga aspirasi yang terus diperjuangkan.
Sebagaimana pesan Bung Karno: "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."
"Kata-kata itu menjadi pengingat bahwa perjuangan hari ini menuntut kejujuran, keberanian, dan keberpihakan yang nyata. Perjuangan untuk menghadirkan keadilan sosial, kedaulatan ekonomi, dan demokrasi yang berakar pada nilai gotong royong," ujarnya.
Di usia ke-53 ini, Darmadi berharap PDI Perjuangan terus melangkah dengan keyakinan bahwa politik adalah alat pengabdian, bukan kepentingan. Bahwa kekuasaan sejatinya adalah amanah untuk bekerja, mendengar, dan melayani.
"Semoga PDI Perjuangan senantiasa menjadi rumah besar perjuangan rakyat, penjaga ideologi Pancasila, dan pelopor Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat. Jayalah selalu PDI Perjuangan. Setia pada rakyat. Setia pada ideologi. Merdeka!," pungkasnya.
Sementara itu, PDI Perjuangan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 dan dilanjutkan dengan rapat kerja nasional (Rakernas) di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, pada 10 hingga 12 Januari 2026.
Menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Rakernas 1 ini bukan sekedar agenda rutin tahunan namun menegaskan konsolidasi PDI Perjuangan sebagai Partai Penyeimbang dalam kerja nyata di tengah rakyat sambil terus meneguhkan perjuangan bagi kemanusiaan dan keadilan serta keberpihakan pada rakyat.
Sebagaimana terlihat pada penanganan bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna PDI Perjuangan) di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Jawa Barat dan wilayah lain yang terkena bencana.
"PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusian, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat," kata Hasto di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

















































































