Ikuti Kami

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Bicara Napak Tilas Merah Muda Fest 2026: Bangkitkan Semangat Pemuda 1928

Hasto Sampikan Pesan Megawati ke Peserta Napak Tilas Sumpah Pemuda: Generasi Muda Kuasai Iptek.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Bicara Napak Tilas Merah Muda Fest 2026: Bangkitkan Semangat Pemuda 1928

Jakarta, Gesuri.id - Ratusan pelajar dan pemuda berkumpul memadati pelataran Museum Sumpah Pemuda, Jakarta Pusat, Minggu (25/10). Mereka bersiap menyusuri rute-rute bersejarah Ibu Kota dalam acara Napak Tilas Sumpah Pemuda, yang menjadi bagian dari rangkaian perhelatan Merah Muda Fest 2026.

Pelepasan napak tilas ini dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, serta Ketua Panitia Nasional Merah Muda Fest 2026, Denny Cagur.

Hasto Kristiyanto menuturkan, napak tilas ini merupakan komitmen PDI Perjuangan dalam menggelorakan kepeloporan anak-anak muda menuju usia 100 tahun Sumpah Pemuda.

Ia menyebut, dari Museum Sumpah Pemuda inilah seluruh ide, gagasan, dan spirit perjuangan anak muda kembali dinyalakan dan diberi ruang sebesar-besarnya di PDI Perjuangan.

"Kami telah mengawali dengan kegiatan Millennial Public Polls yang dilaksanakan setiap tanggal 28. Hari ini kita gelorakan kembali spiritnya," kata Hasto usai prosesi pelepasan peserta.

Pesan Megawati untuk Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Hasto turut membawa pesan khusus dari Presiden ke-5RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Megawati menitipkan pesan agar generasi muda masa kini tidak gagap zaman. Anak muda dituntut harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta mempraktikkannya untuk nilai-nilai kemanusiaan.

"Anak muda harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan. Dan yang terpenting, membangun karakter yang berpihak kepada mereka yang tertindas dan diperlakukan tidak adil," ujar Hasto.

Hasto juga memuji kehadiran Pramono Anung di tengah-tengah para pemuda. Kehadiran Pramono dinilai penting untuk membakar semangat juang generasi penerus.

"Di sini hadir Pak Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, yang mampu menjabarkan bagaimana komitmen Indonesia yang berdikari dalam kebijakan-kebijakan yang konkret," tegas Hasto.

Refleksi Sejarah Tanpa Medsos

Sementara itu, Ketua Panitia Nasional Merah Muda Fest 2026, Denny Cagur menjelaskan bahwa napak tilas ini sengaja dirancang untuk merayakan hari jadi ke-96 Sumpah Pemuda.

Sebanyak 500 peserta yang terdiri dari pelajar SMA dan kaum muda diajak berjalan kaki menyusuri tiga titik lokasi yang sangat krusial pada tahun 1928 silam.

"Tiga titik bersejarah yang menjadi rute napak tilas hari ini adalah Museum Sumpah Pemuda, dilanjutkan ke Gereja Katedral, dan berakhir di Lapangan Banteng," ungkap Denny.

Sosok selebritas yang kini menjadi politikus ini lantas melontarkan sentilan reflektif bagi anak muda masa kini yang dinilai terlalu dimanjakan oleh kemajuan zaman.

Denny membandingkan daya juang para pahlawan pemuda di tahun 1928 dengan kondisisaat ini. Pada masa itu, para pemuda dari seluruh penjuru daerah mampu berkumpul dan bersatu di tengah keterbatasan.

"Di mana belum ada sosial media, belum ada teknologi, belum ada kemajuan apa-apa, bahkan kita belum merdeka. Tapi mereka bisa berkumpul di seluruh Indonesia," ujarnya.

Oleh sebab itu, dengan segala kemudahan fasilitas teknologi di era digital saat!ini, generasi muda dituntut untuk bisa berbuat jauh lebih banyak bagi kemajuan negara.

"Hari ini segala sesuatunya sudah sangat terfasilitasi. Idealnya kita bisa berbuat lebih banyak. Tujuannya satu: kita mengambil semangat para pemuda di tahun 1928," pungkas Denny Cagur.

Sebagai informasi, acara pelepasan napak tilas ini turut dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya, Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Yuke Yurike, Ketua DPP PDI Perjuangan MY Esti Wijayati dan Charles Honoris, serta kader muda PDI Perjuangan Mujab.

Quote