Palembang, Gesuri.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Palembang resmi menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno dengan menggelar Lomba Tari Kreasi Nusantara di Lantai III Gedung DPRD Sumatra Selatan, Selasa (30/6).
Momentum ini dimanfaatkan partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk menegaskan kembali komitmen politik yang berpihak kepada rakyat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, Ayu Nur Suri, menegaskan bahwa Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Peringatan ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat ideologi partai sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan Proklamator RI, Ir. Soekarno.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Menurut Ayu, Bung Karno telah meletakkan fondasi utama bahwa politik harus menjadi instrumen untuk menghadirkan keadilan sosial, meningkatkan kesejahteraan, serta membela kepentingan rakyat kecil.
"Politik harus melahirkan kesejahteraan, keadilan sosial, dan kemanusiaan. Karena itu, PDI Perjuangan memilih jalan ideologi, bukan politik transaksional. Kami memilih gotong royong, bukan individualisme, dan konsisten berpihak kepada wong cilik, bukan kepentingan segelintir elite," ujar Ayu.
Ia menambahkan, nilai-nilai luhur tersebut terus dijaga di bawah kepemimpinan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sebagai kompas bagi seluruh kader dalam mengabdi kepada masyarakat.
Ayu juga mengingatkan pesan historis Bung Karno mengenai tantangan zaman.
Jika generasi terdahulu berjuang merebut kemerdekaan, maka generasi saat ini harus bertempur melawan kemiskinan, ketimpangan sosial, kemerosotan nasionalisme, kerusakan lingkungan, hingga memudarnya budaya gotong royong.
Oleh sebab itu, ia menuntut seluruh kader PDI Perjuangan Kota Palembang untuk hadir sebagai pelopor dan pemberi solusi nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar muncul saat menjelang kontestasi politik.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Kader harus menjadi solusi di tengah masyarakat, bukan hanya hadir menjelang pemilu. Kekuatan partai itu tidak diukur dari banyaknya baliho atau slogan, tetapi dari seberapa besar manfaat konkret yang dirasakan oleh rakyat," tegasnya.
Di akhir penjelasannya, Ayu kembali menggarisbawahi bahwa ajaran Trisakti Bung Karno—yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—tetap menjadi arah perjuangan partai yang tidak boleh bergeser.
"Dari Kota Palembang, kami tegaskan bahwa PDI Perjuangan akan terus berdiri tegak bersama rakyat. Ketika rakyat membutuhkan pelayanan, kami hadir. Bagi kami, partai bukan sekadar kendaraan politik, melainkan alat perjuangan rakyat," pungkasnya.

















































































