Ikuti Kami

Ansy Gelar Sosialisasi Empat Pilar  di SMAK Santa Maria

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan salah satu tugas konstitusional nya sebagai anggota MPR.

Ansy Gelar Sosialisasi Empat Pilar  di SMAK Santa Maria
Anggota DPR RI Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) menggelar secara virtual Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama komunitas akademik (guru, siswa-siswi, pegawai) SMAK Santa Maria Homba Karipit di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini. 

Ansy menjelaskan, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan salah satu tugas konstitusional nya sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 

Baca: Ansy Siap Bersinergi Dengan 5 Kepala Daerah Yang Baru

"Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika adalah Empat Pilar Kebangsaan yang sangat mendasar dan esensial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Ansy. 

Sosialisasi ini, sambung Politisi PDI Perjuangan itu, tidak hanya bertujuan memasyarakatkan, tetapi menginternalisasi dan mereaktualisasi nilai-nilai substansif Empat Pilar Kebangsaan kepada generasi muda. 

Ansy menilai, para milenial, anak muda, dan pelajar harus diajak untuk berdiskusi serius tentang Empat Pilar Kebangsaan karena mereka adalah harapan dan masa depan bangsa. 

"Apalagi tantangan bangsa saat ini tidak ringan. Radikalisme, intoleransi, dan dekadensi moral adalah problem nyata yang menyerang generasi muda saat ini," ujar Ansy. 

Empat Pilar Kebangsaan, lanjut Ansy, menjadi landasan sekaligus patokan dalam bersikap dan bertindak bagi setiap generasi muda. 

Pada kesempatan tersebut, Ansy menekankan pentingnya solidaritas dan gotong royong bersama agar bangsa ini bangkit dari Pandemi Covid-19. 

"Penanggulangan Covid-19 membutuhkan kerja sama dan gotong royong dari seluruh elemen bangsa. 
Para siswa SMAK Santa Maria dapat berpartisipasi dalam cara-cara sederhana seperti selalu memakai masker, mengajak masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat, giat membersihkan lingkungan, dan semakin rajin membantu orang tua selama Pandemi," papar Ansy. 

Dalam sosialisasi tersebut, ungkap Ansy, siswa-siswa SMA 1 Katolik Santa Maria sangat antusias dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai Pancasila, ancaman radikalisme, intoleransi, dan pendidikan di Sumba.

Baca: Mantap! Ansy: Penurunan Status Cagar Alam Mutis Dibatalkan!

Mereka bersepakat bahwa radikalisme dan intoleransi merupakan masalah dan tantangan yang harus dijawab. Pancasila harus tetap menjadi dasar dan pedoman negara.

"Saya sangat terkesan dan senang karena antusiasisme dan pertanyaan mereka sangat kritis. Itu tanda mereka mau maju, dan serius berjuang demi masa depan Sumba, NTT, dan bangsa," ungkap Anggota DPR dari Dapil NTT II itu.  

"Terima kasih kepada Kepala Sekola Romo Kristo Ngasi, Pr dan komunitas akademik SMAK Santa Maria yang meluangkan waktunya untuk mengikuti sosialisasi dan terlibat aktif berdiskusi," tambahnya.

Quote