Ikuti Kami

Arteria Percaya Kejagung Bisa Usut Tuntas Kasus Jiwasraya

Arteria menganggap pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk mendalami kasus yang menjerat perusahaan plat merah tersebut belum diperlukan.

Arteria Percaya Kejagung Bisa Usut Tuntas Kasus Jiwasraya
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan mempercayakan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut tuntas skandal Jiwasraya.

Untuk itu Arteria menganggap pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk mendalami kasus yang menjerat perusahaan plat merah tersebut belum diperlukan.

Baca: Skandal Kasus Jiwasraya, Upaya Perampokan Sistemik

"Sampai saat ini, kita belum melihat harus buat Pansus. Jalankan saja dulu. Ini baru awal dari sebuah akhir. Mudah-mudahan bisa kita percayakan kepada temen-teman di Kejaksaan Agung. Tapi kalau dirasa masih kurang, pada waktunya nanti kita akan bersikap," ucap Arteria di Jakarta, Senin (20/1).

Kata dia, skandal PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara hingga Rp 27,2 triliun membutuhkan restorative justice yang harus dilakukan para penegak hukum. 

Artinya, perlindungan masyarakat dan pemulihan kepercayaan publik harus dikedepankan. Restorative justice menekankan pada terciptanya keadilan bagi para korban.

"Kita mohon betul penegakan hukumnya harus mampu memulihkan kepercayaan masyarakat. Harus mampu mengutamakan restorative justice. Harus mampu mengembalikan kepercayaan publik yang tergerus," jelas Arteria.

Menurut Arteria, skandal Jiwasraya ini merupakan kejahatan kemanusiaan dan mengancam kedaulatan negara. Sisi subversifnya harus dilihat, karena ini dugaan perampokan yang dilakukan para pelakunya secara sistemik.

"Saya katakan ini serangan langsung kepada kedaulatan negara. mudah-mudahan kita semua bisa bersatu padu dan solid untuk memastikan bahwa permasalahan ini adalah masalah bangsa yang harus segera dicarikan solusi kebangsaannya," tegasnya.

Baca: Panja Jiwasraya Evaluasi UU terkait Industri Jasa Keuangan

"Patut diduga ada penyimpangan yang dilakukan secara sistemik, penuh pengetahuan, dan kesengajaan. Bahasa lain kita juga melihat ada perampokan. Ini harus dilihat juga dari sisi subversifnya. Ada tidak kejahatan subversif terkait asuransi Jiwasraya ini," imbuhnya.

Terkait kasus Jiwasraya, pihaknya minta Jaksa Agung belajar dari kasus First Travel yang telah merugikan masyarakat secara luas. Penegakan hukumnya tidak saja menghukum pelaku seberat-beratnya, tapi mengedepankan keadilan yang sesungguhnya bagi para pencari keadilan, dalam hal para nasabah Jiwasraya.

Quote