Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti besarnya potensi ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Grobogan (MBG Grobogan), Jawa Tengah.
Ia menyebut, perputaran uang program MBG di Grobogan tersebut diprediksi mencapai Rp 1,2 triliun/tahun.
Sosok asli Grobogan itu meminta Pemerintah Kabupaten Grobogan (Pemkab Grobogan) turut serta membenahi supply chain atau rantai pasok ke SPGG sebagai penyedia MBG.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Jangan sampai uang Rp 1,2 triliun (Efek MBG) itu justru mengalir ke luar daerah. Misal telur dari Jawa Timur, ikan dari Pati dan Rembang, sayuran dari Wonosobo, Temanggung, hingga Ambarawa. Jangan sampai," imbuhnya
Pihaknya meminta Pemkab Grobogan ikut memetakan dan meningkatkan produksi dari UMKM, petani sayur, petani pisang, hingga peternak telur dan daging lokal.
Politisi PDI Perjuangan itu memperingatkan jika Grobogan hanya menjadi pasar tanpa mampu memenuhi kebutuhan mandiri, masyarakat lokal tidak akan merasakan dampak ekonomi yang maksimal dari program MBG ini
Menurutnya, ketimpangan antara tingginya permintaan dan rendahnya pasokan lokal akan memicu kenaikan harga komoditas seperti daging sapi dan ayam. Pada akhirnya akan menjadi inflasi di daerah.
Baca: Ganjar Pranowo Dinilai Punya Keberanian Ambil Risiko
"Kita tahu daging sapi, daging ayam, telur, susu, di Grobogan mungkin buah, ikan, itu dengan naiknya kebutuhan tidak diikuti dengan supply, pasti ujung-ujungnya adalah inflasi, harga naik, ini yang kita khawatirkan," bebernya.
Lebih lanjut, Edy meyakini jika Pemkab Grobogan mampu mengatasi persoalan rantai pasok, pertumbuhan ekonomi di Grobogan bisa mencapai angka 6 persen. Program MBG ini menurutnya harus bisa dimanfaatkan dengan baik di daerah, termasuk Kabupaten Grobogan.
"Saya yakin jika supply bisa diatasi, pertumbuhan ekonomi bisa 6 persen," tandasnya.

















































































