Ikuti Kami

Hadiri Waisak di Temanggung, Wibowo Prasetyo Puji Toleransi dan Aksi Nyata Umat Buddha

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh ribuan umat yang hadir menjadi cerminan nyata dari kuatnya toleransi dan kehidupan beragama.

Hadiri Waisak di Temanggung, Wibowo Prasetyo Puji Toleransi dan Aksi Nyata Umat Buddha
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Wibowo Prasetyo.

​Temanggung, Gesuri.id – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Wibowo Prasetyo, memberikan apresiasi tinggi atas kerukunan dan tingginya partisipasi umat Buddha dalam Perayaan Waisak 2570 Buddhist Era. 

Acara yang dihadiri lebih dari 3.000 umat dari berbagai wilayah tersebut berpusat di Lapangan Desa Krecek, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Sabtu (4/7).

​Menurut Wibowo, semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh ribuan umat yang hadir menjadi cerminan nyata dari kuatnya toleransi dan kehidupan beragama di Kabupaten Temanggung.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak 

​“Waisak bukan hanya menjadi perayaan keagamaan umat Buddha, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan cinta kasih, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Wibowo.

​Secara khusus, Wibowo juga memuji langkah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) yang menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans untuk masyarakat Kecamatan Kaloran dalam rangkaian acara tersebut.

​"Saya sangat mengapresiasi penyerahan bantuan ambulans oleh Permabudhi. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan diwujudkan melalui aksi nyata yang langsung memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

​Wibowo menegaskan, sinergi yang kuat antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat merupakan modal paling krusial untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Permabudhi, Prof. Philip Wijaya, mengajak umat Buddha untuk menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat pengamalan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa makna Waisak harus diwujudkan melalui sikap welas asih, kebijaksanaan, dan kepedulian terhadap sesama.

​“Waisak menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan cinta kasih, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan. Nilai-nilai Dhamma akan bermakna apabila diwujudkan dalam tindakan nyata,” kata Prof. Philip.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

​Selain menjadi ruang refleksi spiritual yang khidmat dan penuh sukacita, perayaan Waisak tahun ini juga dirangkai dengan sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah pelantikan Pengurus Permabudhi Kabupaten Temanggung yang baru oleh Prof. Philip Wijaya. Kepengurusan baru ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan umat serta mempererat kerukunan antarumat beragama di daerah.

​Perayaan kali ini juga bertepatan dengan momentum emas peringatan 50 Tahun Saṅgha Theravāda Indonesia (STI), sebuah bentuk refleksi atas perjalanan pembinaan umat Buddha di tanah air selama lima dekade.

​Acara kemudian ditutup dengan penuh kehangatan melalui Konser Dharma dalam Nyanyian yang dibawakan oleh Tim Sadhu pimpinan Wiharso, menghadirkan nuansa religius yang mendalam melalui lantunan lagu-lagu Dhamma.

Quote