Ikuti Kami

Harga Pangan Melonjak, PDI Perjuangan: Rakyat Butuh Kehadiran Negara, Bukan Sekadar Klaim

Ia mendesak pemerintah segera menggelar operasi pasar dan mengaudit rantai distribusi untuk mencegah permainan harga. 

Harga Pangan Melonjak, PDI Perjuangan: Rakyat Butuh Kehadiran Negara, Bukan Sekadar Klaim
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Nisaa Diniyaty.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Nisaa Diniyaty, menyoroti lonjakan harga pangan yang terjadi serentak, Senin (26/10). 

Berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, cabai rawit merah naik 47 persen menjadi Rp152.950 per kg, bawang merah melonjak 42,8 persen, dan beras medium I naik menjadi Rp18.450 per kg. 

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

"Ibu-ibu di pasar tidak butuh angka pertumbuhan, mereka butuh harga yang terjangkau. Katanya swasembada, tapi beras medium sudah Rp18 ribu. Ini alarm keras," tegas Nisaa.

Menurutnya, kenaikan ini datang di saat yang berat, ketika rupiah kembali tembus Rp18.115 per dolar AS. Yang paling terpukul adalah keluarga buruh, pedagang warteg, dan pelaku UMKM yang modalnya pas-pasan. 

Ia mendesak pemerintah segera menggelar operasi pasar dan mengaudit rantai distribusi untuk mencegah permainan harga. 

Nisaa juga meminta Pemerintah aktif memantau stok dan harga di pasar tradisional.

Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur

Selain itu, ia mengajak kader PDI Perjuangan di Kabupaten Tangerang turun ke pasar-pasar untuk memantau harga dan menyerap keluhan warga secara langsung.

"Sesuai pesan Ibu Megawati, kader harus berani bersuara dan berdiri bersama wong cilik. Jangan sampai rakyat menanggung beban sendirian," pungkasnya.

Quote