Semarang, Gesuri.id — Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, mengusulkan pendirian museum kartun di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Gagasan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis karya kreatif lokal.
Usulan itu disampaikan Samuel saat menghadiri kegiatan Aktivasi Desa Kreatif melalui Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Klinik Kekayaan Intelektual di Rumah Po Han, Semarang, Minggu (25/10).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya komunitas kartunis, untuk mengembangkan karya dan meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan kekayaan intelektual.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Samuel menilai, pengembangan ekonomi kreatif di Semarang perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai subsektor, seperti kartun, gim, teknologi informasi, narasi budaya, dan musik. Kolaborasi lintas subsektor tersebut dinilai dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Menurut Samuel, Semarang memiliki keterkaitan dengan sejarah perkembangan kartun yang perlu dimanfaatkan untuk mendorong potensi ekonomi kreatif daerah.
“Karena kartun itu berawal di Semarang, ini menjadi penting. Kalau kita tidak mengambil momentum itu, sayang,” ujar Samuel yang juga merupakan pembina Komunitas Kartun Indonesia.
Ia mengungkapkan, gagasan pendirian museum kartun telah disampaikan kepada Wali Kota Semarang. Samuel berharap, usulan tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata yang mendukung pelestarian karya kartunis sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi para pelaku industri kreatif.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pendirian museum membutuhkan perencanaan yang matang, terutama terkait ketersediaan gedung dan anggaran. Kendati demikian, museum kartun dinilai berpotensi menjadi salah satu daya tarik wisata baru di Kota Semarang.
Selain mengusulkan pendirian museum, Samuel mendorong pemanfaatan karya kartun untuk mempromosikan destinasi wisata melalui komik dan ilustrasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan perlombaan pembuatan komik bertema pariwisata agar para kartunis dapat berkontribusi dalam memperkenalkan destinasi wisata melalui pendekatan visual yang kreatif.
Ia juga menekankan pentingnya narasi yang kuat dalam mempromosikan objek wisata dan pertunjukan budaya. Menurutnya, promosi pariwisata tidak cukup hanya menampilkan atraksi, tetapi juga perlu menjelaskan sejarah, identitas, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Dukungan terhadap usulan tersebut turut disampaikan Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Fauzy. Ia menilai, museum kartun berpotensi memperkuat identitas Kota Semarang sekaligus membuka peluang pengembangan karya kartun ke berbagai subsektor ekonomi kreatif.
“Jika memang akan ada dibentuk museum kartun, kami juga sangat mendukung. Semoga ini benar-benar menjadi penguat Kota Semarang,” kata Fauzy.
Ia menjelaskan, karya kartun memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif, tidak terbatas pada penerbitan. Melalui kolaborasi antarpelaku industri kreatif, karya tersebut dapat diadaptasi menjadi animasi, film, hingga gim.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan bahwa pemerintah kota telah membahas pengembangan subsektor kartun bersama Wali Kota Semarang. Pengembangan ekonomi kreatif, termasuk subsektor kartun, juga menjadi salah satu perhatian dalam perencanaan program pada 2027.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Indriyasari, yang akrab disapa Iin, menyatakan bahwa usulan pendirian museum kartun akan kembali disampaikan kepada Wali Kota Semarang untuk dibahas lebih lanjut. Ia menilai, penguatan ekosistem kartun perlu dilakukan melalui pengumpulan pelaku industri, peningkatan kapasitas, serta edukasi mengenai perlindungan karya dan legalitas merek.
Menurutnya, masih banyak pelaku ekonomi kreatif yang berfokus pada proses berkarya dan pengembangan usaha, tetapi belum memahami pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.
Oleh karena itu, kegiatan klinik kekayaan intelektual diharapkan dapat membantu pelaku kreatif memperoleh perlindungan hukum sekaligus memperluas peluang ekonomi dari karya yang dihasilkan.
Dengan dukungan berbagai pihak, usulan pendirian museum kartun di Semarang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat industri kreatif lokal, melestarikan karya kartunis, dan mengembangkan potensi pariwisata berbasis budaya.

















































































