Sumenep, Gesuri.id — Kesejahteraan dan kepastian karier guru madrasah menjadi perhatian serius Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari.
Menurutnya, mutu pendidikan tidak akan meningkat maksimal jika para tenaga pendidik belum mendapatkan dukungan fasilitas dan perlindungan kesejahteraan yang layak.
Hal tersebut ditegaskan Ansari saat menjadi pemateri dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) yang berlangsung di Hotel Myze Sumenep, Selasa (20/10/2026).
Baca: Rugi Rp123 Triliun dan 17 Juta Warga Terdampak, Ganjar Desak
Di hadapan para guru madrasah, Ansari menyoroti pentingnya penguatan kompetensi profesionalisme yang dibarengi dengan keadilan status dan karier guru.
Ansari menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), guru dituntut untuk terus beradaptasi. Namun, ia mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi, peran sentral seorang guru dalam membentuk karakter anak bangsa tidak akan pernah tergantikan.
"Teknologi dan AI boleh berkembang pesat, tetapi peran guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran. Guru adalah sosok utama yang menanamkan nilai moral, membangun karakter, serta memberikan keteladanan kepada peserta didik. Oleh karena itu, kesejahteraan dan kepastian karier mereka harus didukung penuh melalui kebijakan yang berpihak," tegas Ansari.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Ia menambahkan, perbaikan mutu pendidikan madrasah harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak-hak guru. Pemerintah dan pemangku kebijakan diharapkan terus memberikan ruang serta kesempatan bagi para pendidik untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya tanpa terbebani masalah kesejahteraan.
Selain persoalan kesejahteraan, Ansari juga menyoroti tantangan pemerataan fasilitas digital yang masih belum merata, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Menurutnya, kesenjangan sarana dan beban administrasi yang menumpuk kerap menjadi penghambat guru dalam menjalankan proses pembelajaran secara optimal.
Acara yang berlangsung dalam dua sesi ini juga diisi oleh pemateri lain, yakni Kusno Wahyudi dan KHR. Achmad Qusyairi Zaini, yang turut memperkaya pembahasan terkait teknis pembelajaran berbasis nilai serta pentingnya pendampingan literasi digital bagi siswa di era media sosial.

















































































