Jakarta, Gesuri.id – PDI Perjuangan (PDI-P) menegaskan komitmennya untuk mengambil peran sebagai partai penyeimbang dalam konstelasi politik nasional.
Langkah ini diambil demi menjaga fungsi kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan serta memastikan suara rakyat tetap memiliki kanal yang kuat di parlemen.
Juru Bicara PDI Perjuangan, Aryo Seno Bagaskoro, menjelaskan bahwa pilihan menjadi penyeimbang merupakan upaya menjaga mekanisme saling mengawasi (checking and balancing). Menurutnya, parlemen tidak boleh sekadar menjadi stempel pembuat kebijakan tanpa adanya daya kritis.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Kalau semua pihak hanya menyetujui setiap kebijakan pemerintah, lalu apa fungsi DPR? Jika DPR tidak menjalankan fungsinya dan semua partai politik hanya memberikan dukungan berupa 'cek kosong', rakyat akan kesulitan mencari perwakilan yang memperjuangkan aspirasinya," ujar Seno.
Ia menambahkan, esensi utama dari partai politik adalah menjadi penyambung lidah rakyat, bukan sekadar pelengkap kekuasaan.
Saat ditanya mengenai pilihan diksi "partai penyeimbang" yang dinilai berbeda dengan istilah oposisi pada umumnya, Seno memaparkan bahwa konsep ini jauh lebih konstruktif dan fleksibel dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
Sebagai penyeimbang, PDI Perjuangan tidak akan menolak semua kebijakan pemerintah secara membabi buta. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut akan menempatkan diri secara proporsional berdasarkan asas kemaslahatan publik.
"Sejak awal sudah kami sampaikan, kebijakan pemerintah yang baik pasti kami dukung. Namun, kebijakan yang kurang baik akan kami kritisi dan koreksi," tegas Seno.
Beban moral untuk menjadi pengawas ini dirasa semakin besar mengingat PDI Perjuangan kembali meraih kepercayaan publik pada kontestasi politik terakhir.
"Hingga hari ini, PDI Perjuangan masih dipercaya rakyat sebagai partai pemenang Pileg. Artinya, tanggung jawab kami semakin besar untuk mengawal aspirasi tersebut," imbuhnya.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Seno juga meluruskan anggapan bahwa posisi penyeimbang hanya akan melahirkan kritik tanpa solusi. PDI Perjuangan memastikan bahwa setiap koreksi yang dilayangkan kepada kementerian atau lembaga negara akan selalu disertai dengan masukan yang konstruktif melalui mekanisme resmi di DPR.
"Kami memberikan masukan di DPR melalui mekanisme yang berlaku karena kami memahami peraturan dan hukum tata negara. Kami menggunakan fungsi-fungsi politik sesuai dengan ruangnya masing-masing," urai Seno.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa struktur internal partai di seluruh daerah akan terus bergerak aktif menjadi wadah penampung keluhan masyarakat. Aspirasi dari akar rumput tersebut nantinya akan disalurkan secara vertikal melalui perpanjangan tangan partai, baik yang duduk di kursi legislatif maupun yang menjabat sebagai kepala daerah.

















































































