Ikuti Kami

Megawati Soekarnoputri Sampaikan Duka Atas Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur

IMegawati Meminta Ada Pembenahan Sistem Transportasi.

Megawati Soekarnoputri Sampaikan Duka Atas Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur
Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Jakarta, Gesuri.id - Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan duka yang paling dalam mengucapkan belasungkawa atas korban korban kecelakaan kereta api Agro Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur dengan jumlah 15  korban tewas dan 84 korban luka.

“Ibu Megawati mengikuti pemberitaan penanganan korban melalui media massa. Beliau begitu sedih. Ibu Megawati berdoa bagi seluruh korban kecelakaan, khususnya bagi mereka yang dipanggil Tuhan agar dilancarkan jalannya dan mendapat tempat terbaik di surga," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Rabu (29/4).

Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo

Hasto menerangkan, Ibu Megawati kemudian memberi arahan kepada para Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI untuk memberi perhatian khusus terkait pembenahan sistem keamanan kereta api di Indonesia, termasuk dengan melakukan rapat kerja dengan PT KAI dan pihak terkait.

"Ibu Megawati meminta seluruh anggota Poksi V PDI Perjuangan DPR RI yang dipimpin Saudara Lazarus untuk mengadakan rapat guna melakukan pembenahan sistem keamanan, sistem komunikasi dan sistem instrumentasi kereta api," papar Hasto.

Kejadian ini menjadi momentum untuk membenahi dan memperkuat sistem transportasi, oleh karena itu Ibu Megawati menyampaikan harapannya.

"Ke depan kereta api harus menjadi tulang punggung sistem transportasi nasional yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memiliki jaminan kualitas pelayanan dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia," lanjut Hasto.

Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Megawati mengenang perjalanan yang sering dilakukan oleh Soekarno (Bung Karno) dengan kereta api. Pada setiap perlintasan selalu dijaga oleh karyawan yang disebut Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), saat itu dengan berseragam dan membawa bendera merah. 

Kereta api memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk memfasilitasi angkutan pasukan dan logistik selama masa revolusi fisik. Bung Karno pun pernah bekerja sebagai karyawan di kereta api pada masa Hindia Belanda.

Quote