Ikuti Kami

MY Esti Wijayati Desak Kebijakan Nasional Lebih Berpihak pada Perguruan Tinggi Swasta

Kontribusi PTS dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di Indonesia sangat besar, namun perhatian pemerintah dinilai masih minim.

MY Esti Wijayati Desak Kebijakan Nasional Lebih Berpihak pada Perguruan Tinggi Swasta
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati.

Yogyakarta, Gesuri.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Esti Wijayati, menegaskan pentingnya memasukkan suara dan aspirasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ke dalam agenda kebijakan nasional. 

Menurutnya, kontribusi PTS dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di Indonesia sangat besar, namun perhatian pemerintah dinilai masih minim.

​Hal tersebut disampaikan Esti saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Kebijakan Pendidikan Tinggi di Indonesia" yang digelar di Gedung AR Fachruddin A, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (6/7/2026). 

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

Acara ini dihadiri oleh para pimpinan PTS se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

​Esti menilai forum yang diinisiasi oleh UMY ini merupakan ruang strategis bagi DPR untuk menyerap masukan langsung mengenai persoalan riil di lapangan. Aspirasi ini akan menjadi modal kuat bagi Komisi X saat melakukan pembahasan kebijakan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

​"Yang terpenting adalah apa yang ingin kita sampaikan kepada Menteri. Selain surat resmi sebagai bentuk komitmen bersama, forum ini menjadi ruang untuk mengumpulkan poin-poin penting yang nanti akan kami perjuangkan di parlemen," ujar Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

​Dalam paparannya mengenai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027, Esti blak-blakan mengungkap bahwa mayoritas program prioritas nasional di bidang pendidikan masih bertumpu pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

​Beberapa program besar yang menyedot perhatian utama pemerintah antara lain:

- ​Program Makan Bergizi Gratis

- ​Revitalisasi sekolah dan digitalisasi pendidikan

- ​Pengembangan Sekolah Garuda

- ​Peningkatan kesejahteraan guru

​Sementara itu, alokasi dan kebijakan untuk pendidikan tinggi—khususnya PTS—masih sangat terbatas.

​"Saya memohon maaf, ternyata belum banyak sentuhan untuk perguruan tinggi, kecuali beberapa program yang sangat terbatas. Padahal, perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis," ungkap Esti.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Ia menambahkan, arah pengembangan pendidikan tinggi saat ini baru berfokus pada program Sekolah Garuda, Garuda Transformasi, dan Medical University. Kebutuhan mendasar untuk penguatan PTS belum dijadikan prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.

​Menanggapi keluhan para pimpinan perguruan tinggi swasta, Esti mengungkapkan bahwa Komisi X DPR RI saat ini tengah membentuk Panitia Kerja (Panja) Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).

​Salah satu fokus utama Panja ini adalah mengevaluasi jalur mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar tidak "memakan" pangsa pasar jemaah mahasiswa di PTS. Komisi X mendesak pemerintah agar mengatur lini masa penerimaan mahasiswa baru secara adil.

​"Kami sudah menyampaikan kepada kementerian agar mekanisme SPMB tidak mengganggu proses penerimaan di PTS. Jalur mandiri PTN perlu memiliki kepastian waktu yang jelas, sehingga PTS juga memperoleh ruang dan kesempatan yang adil untuk mendapatkan mahasiswa baru," tegasnya menutup pemaparan.

Quote