Ikuti Kami

Pentingnya Dana Darurat dan Disiplin Finansial: Elvi Diana Ajak Masyarakat Babel Cerdas Kelola Keuangan

Langkah ini bisa dimulai dari hal mendasar, seperti memisahkan uang pribadi dengan kas usaha hingga menyiapkan dana darurat.

Pentingnya Dana Darurat dan Disiplin Finansial: Elvi Diana Ajak Masyarakat Babel Cerdas Kelola Keuangan
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus praktisi keuangan bersertifikat, Elvi Diana.

Pangkalpinang, Gesuri.id – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus praktisi keuangan bersertifikat, Elvi Diana, mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin. 

Menurutnya, langkah ini bisa dimulai dari hal mendasar, seperti memisahkan uang pribadi dengan kas usaha hingga menyiapkan dana darurat.

​Pesan mendalam tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri jasa keuangan di Alun-Alun Taman Merdeka, Minggu beberapa waktu lalu..

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak 

​Elvi menekankan, kesehatan finansial merupakan aspek vital yang harus menjadi perhatian setiap keluarga, pekerja, maupun pelaku usaha. Pengelolaan keuangan bukan sekadar soal seberapa besar pendapatan yang diperoleh, melainkan bagaimana mengatur penggunaannya secara bijak.

​"Pengelolaan yang baik memastikan kebutuhan harian, keberlangsungan usaha, hingga situasi darurat dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada utang," ujar Elvi.

​Ia menambahkan, dana darurat berfungsi sebagai jaring pengaman saat menghadapi situasi mendesak yang tak terduga, seperti musibah sakit. Tanpa fondasi keuangan yang kuat, kondisi darurat berisiko menyeret rumah tangga ke dalam jebakan utang.

​Sebagai ilustrasi, seseorang dengan pendapatan Rp10 juta diimbau untuk membiasakan diri menyisihkan sebagian penghasilannya secara rutin. Besaran alokasi tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan riil masing-masing agar perencanaan tetap realistis.

​Sorotan khusus juga diarahkan Elvi kepada para pelaku UMKM, terutama usaha skala kecil yang sedang berkembang. Ia mewanti-wanti agar keuntungan bisnis tidak terburu-buru dipakai untuk gaya hidup konsumtif.

​"Jangan sampai keuntungan yang baru didapat langsung dipakai membeli barang konsumtif seperti ponsel atau kendaraan baru, padahal usaha masih membutuhkan tambahan modal untuk berkembang," tegasnya.

​Selain itu, Elvi mengingatkan masyarakat agar ekstra hati-hati terhadap layanan pinjaman online (pinjol). Kemudahan akses pinjol melalui ponsel sering kali menipu jika tidak diimbangi dengan kemampuan membayar, terlebih bila dananya digunakan untuk kebutuhan yang tidak produktif.

​Guna mencegah persoalan seperti fenomena 'gali lubang tutup lubang' maupun jeratan rentenir, Elvi mendorong OJK dan industri jasa keuangan untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan literasi keuangan tidak boleh hanya diukur dari angka atau peringkat pemahaman semata, melainkan dari dampak nyatanya terhadap kesejahteraan masyarakat.

​"Capaian literasi harus dievaluasi berdasarkan data terukur—apakah angka ketergantungan rentenir berkurang, atau angka kredit macet menurun. Hasil evaluasi ini penting sebagai dasar penyusunan program pendampingan selanjutnya," tutur Elvi.

​Melalui momentum BIK 2026 ini, Elvi berharap edukasi keuangan dapat menjelma menjadi kebiasaan hidup sehari-hari. Kolaborasi yang erat antara regulator, lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama agar pemahaman finansial berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan warga Bangka Belitung.

Quote