Jakarta, Gesuri.id - Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, menyorot tajam pernyataan lama mantan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait kebijakan Pilkada Langsung dan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pada masa pemerintahannya.
“Sekarang harganya bukan mati lagi,” tulis Ferdinand melalui akun media sosial X pribadinya, dikutip Jumat (8/1/2025).
“Tapi harganya jabatan AHY,” ungkapnya.
Ferdinand menilai, berdasarkan pernyataan lama SBY, demokrasi yang sebelumnya disebut sebagai “harga mati” kini mengalami pergeseran makna. Ia menyebut bahwa saat ini prioritas utama SBY bukan lagi pada prinsip demokrasi, melainkan pada kepentingan politik sang anak, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pernyataan Ferdinand tersebut merujuk pada cuitan lawas SBY yang pernah menyinggung soal Pilkada Langsung. Saat itu, SBY mengaku mengambil langkah politik berisiko dengan menerbitkan Perppu Pilkada Langsung sebagai solusi yang dianggap paling tepat.
“Itulah dulu dengan segala risiko politik yang saya hadapi, saya keluarkan Perppu Pilkada Langsung,” tulis SBY dalam pernyataannya.
“Yang menurut saya adalah ‘harga mati’. SBY,” terangnya.
Ferdinand mengungkit kembali pernyataan tersebut untuk menegaskan adanya perbedaan sikap antara komitmen demokrasi yang pernah disampaikan SBY di masa lalu dengan kondisi politik saat ini. Menurutnya, perubahan tersebut patut menjadi perhatian publik dalam menilai konsistensi sikap para elite politik terhadap prinsip demokrasi.

















































































