Ikuti Kami

Pimpin Pengukuhan FKUB Serentak, Vanda Sarundajang Bawa Minahasa Jadi Miniatur Kerukunan Nasional

VaSung menegaskan bahwa pengukuhan massal ini membawa tanggung jawab moral yang nyata, bukan sekadar agenda seremonial di atas kertas.

Pimpin Pengukuhan FKUB Serentak, Vanda Sarundajang Bawa Minahasa Jadi Miniatur Kerukunan Nasional
Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang.

Jakarta, Gesuri.id - Kabupaten Minahasa mengukir sejarah baru di tingkat nasional dalam penguatan toleransi dan kerukunan beragama. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Dewan Penasehat dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tingkat kecamatan dikukuhkan secara serentak.

​Prosesi bersejarah tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS., MAP., di Yama Resort Tondano, Selasa (28/7/2026).

​Dalam arahannya, Wabup yang akrab disapa VaSung ini menegaskan bahwa pengukuhan massal ini membawa tanggung jawab moral yang nyata, bukan sekadar agenda seremonial di atas kertas.

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

​“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar bagi seluruh pengurus FKUB untuk menjaga dan memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat Minahasa,” tegas VaSung dalam sambutannya.

​VaSung menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan modal dasar paling krusial bagi kemajuan daerah. Tanpa kedamaian, keberlanjutan pembangunan mustahil dapat tercapai.

​“Kerukunan adalah fondasi utama bagi terciptanya pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, FKUB harus menjadi penggerak utama terciptanya suasana damai dan saling menghormati,” ujar sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat ini.

​Lebih lanjut, VaSung mengingatkan pentingnya memegang teguh identitas Minahasa yang sejak dulu dikenal sebagai benteng toleransi. Ia meminta seluruh pengurus mengamalkan kembali falsafah pahlawan nasional Dr. Sam Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou (manusia baru dapat dikatakan sebagai manusia jika sudah dapat memanusiakan manusia lain).

​“Keberagaman agama, budaya, maupun adat di Minahasa adalah kekuatan kita. Falsafah Si Tou Timou Tumou Tou mengajarkan kita untuk menghormati sesama tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun golongan,” tambahnya.

​Menghadapi tantangan era digital dan derasnya arus disinformasi, VaSung mewanti-wanti para tokoh agama dan pengurus FKUB agar sigap menjadi 'penyejuk' di tengah masyarakat. 

Pengurus FKUB diharapkan aktif memberikan edukasi agar warga tidak mudah terprovokasi isu-isu hoaks yang dapat memecah belah persatuan.

Baca: Prabowo Sebut Hati PDI Perjuangan Sama dengan Pemerintah

​Ia juga mendesak pengurus FKUB kecamatan untuk menjaga netralitas, bekerja secara profesional, serta memelihara sinergi rapat dengan pemerintah desa, kelurahan, tokoh adat, hingga aparat setempat.

​Langkah progresif Pemkab Minahasa di bawah kepemimpinan Vanda Sarundajang ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama, Muhammad Abib Abdushomad, yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, terobosan membentuk FKUB hingga ke tingkat akar rumput menjadikan Minahasa sebagai percontohan nasional.

​“Jika penguatan kerukunan dapat terus diperluas hingga tingkat desa, Minahasa akan menjadi miniatur kerukunan umat beragama di Indonesia,” ungkap Abib.

Quote