Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri guna melindungi daya beli masyarakat.
Ia mendorong pemerintah bersama mitra kerja untuk memastikan harga sembako tetap terkendali agar tidak memberatkan rakyat.
“Artinya, janganlah kalaupun itu kenaikan, tapi jangan itu memaksa masyarakat,” kata Sturman, dikutip Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, pengawasan terhadap harga sembilan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan lainnya menjadi fokus utama Komisi VI DPR RI. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan mitra kerja guna mengantisipasi lonjakan harga yang berpotensi terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Masalah sembilan bahan pokok, khususnya beras, minyak, gula, dan lainnya. Kita juga berkoordinasi dengan mitra kami di Komisi VI untuk tetap menjaga. Kalau seandainya tiba-tiba harga naik,” ujarnya.
Selain koordinasi, Komisi VI DPR RI juga melakukan pemantauan langsung ke daerah pemilihan masing-masing anggota untuk memastikan kondisi harga di lapangan tetap stabil. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
“Komisi VI di samping juga berkoordinasi dengan mitra kerja kami, kami juga melihat, kami turun ke dapil untuk melihat bagaimana harga-harga di wilayah dapil masing-masing,” ungkap Sturman.
Ia menambahkan, hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar bagi DPR RI dalam memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan mitra kerja terkait langkah-langkah konkret yang perlu diambil untuk menahan kenaikan harga selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
“Nah, setelah itu kita akan menyampaikan kepada mitra kerja kita apa yang mereka harus lakukan, apa yang mereka harus bantu, apa yang mereka harus support, agar harga selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran tidak naik signifikan,” pungkasnya.

















































































