Medan, Gesuri.id — Aula Universitas Methodist Indonesia (UMI) Tanjung Sari, Medan, mendadak bergemuruh oleh rasa haru, Jumat (30/10). Isak tangis kebahagiaan dan rasa syukur membaur dari para orang tua yang memendam asa agar anak-anak mereka dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Di tengah keterbatasan ekonomi, secercah harapan itu hadir melalui uluran tangan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, yang konsisten merawat mimpi anak-anak bangsa tanpa memandang sekat perbedaan.
Suasana kian menyentuh saat Jayanti, seorang ibu keturunan India yang bekerja sebagai pedagang pakaian bekas (monza), maju memberikan testimoninya.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Ibu dari Keysa ini menceritakan perjuangannya menyekolahkan sang anak hingga berhasil meraih beasiswa KIP Kuliah melalui jalur aspirasi Sofyan Tan.
Dengan mata berkaca-kaca, Jayanti mengungkapkan bahwa kepedulian Sofyan Tan murni berlandaskan rasa kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama, maupun ras.
"Saya orang tua dari Keysa. Pekerjaan saya sehari-hari berjualan pakaian monza, Pak. Sudah tiga tahun lalu anak saya Bapak beri kesempatan sekolah di SMK Sultan Iskandar Muda program anak asuh, dan kini dibantu kuliah gratis di UMI. Terima kasih kepada Bapak Sofyan Tan yang tidak pernah membeda-bedakan agama dan suku. Sayalah bukti nyatanya, Bapak sudah berjuang membantu anak saya," ujar Jayanti penuh syukur.
Kisah serupa disampaikan oleh Martinus Lase, perantau asal Pulau Nias yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Demi membiayai empat anaknya, Martinus banting tulang di jalanan Medan. Ia mengaku sempat putus asa sebelum akhirnya sang anak, Citra, dinyatakan lolos menerima KIP Kuliah.
"Waktu itu, hari Senin anak kami sudah harus mulai kuliah, tetapi belum ada kabar. Baru pada hari Jumatnya kami menerima surat elektronik bertuliskan, 'Selamat anak kami Citra mendapatkan KIP Kuliah'. Senangnya luar biasa. Benar kata Pak Sofyan, kami adalah orang tua yang paling bahagia hari ini," tutur Martinus.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Menanggapi berbagai kisah perjuangan tersebut, dr. Sofyan Tan menyampaikan pesan penutup yang menguatkan ratusan hadirin. Ia berpesan agar para mahasiswa penerima beasiswa tetap tegar, menghargai pengorbanan orang tua, serta tidak melupakan rakyat kecil ketika sukses kelak.
Kegiatan serap aspirasi ini membuktikan bahwa perhatian wakil rakyat mampu meruntuhkan tembok perbedaan dan mengantarkan anak-anak dari keluarga pejuang jalanan meraih cita-cita.

















































































