Jakarta, Gesuri.id — Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas temuan minuman teh kemasan yang diduga berisi cairan sabun.
Minuman mencurigakan tersebut ditemukan di tengah aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Andreas menegaskan, polisi harus membongkar asal-usul logistik tersebut hingga menemukan pihak yang membagikannya kepada para demonstran.
Baca: Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
"Kasus temuan lapangan adanya bantuan logistik berupa minuman teh botol yang kemasannya diduga berisi sabun harus diselidiki oleh pihak APH dan ditemukan pelakunya," ujar Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut kepada wartawan, Jumat (30/10).
Desakan ini muncul setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang massa aksi memegang botol kemasan teh yang mengeluarkan busa pekat saat diremas.
Menurut Andreas, pengusutan secara transparan sangat penting untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam insiden ini. Langkah tegas kepolisian juga menjadi pembuktian bahwa negara tetap hadir melindungi warga negara yang sedang menyampaikan aspirasi.
"Ini untuk membuktikan negara memang tidak 'memusuhi' rakyatnya yang kritis. Negara melindungi rakyat, termasuk mereka yang mengkritisi pemerintah," tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan cepat dari kepolisian amat krusial guna mencegah munculnya spekulasi liar dan rasa cemas di kalangan mahasiswa maupun masyarakat sipil yang melakukan aksi.
Andreas menduga ada pihak-pihak tertentu yang berniat buruk dan sengaja mengincar para demonstran kritis.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
"Sudah nampak ada yang berniat tidak baik terhadap demonstran-demonstran yang kritis menyuarakan aspirasi rakyat kepada pemerintah," lanjut Andreas.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, ia mengimbau para mahasiswa dan peserta aksi untuk lebih waspada serta menolak bantuan logistik dari sumber yang tidak jelas.
"Bagi pelaku demonstrasi ke depan agar berhati-hati terhadap bantuan-bantuan logistik. Lebih baik membawa minum dan bekal sendiri," sarannya.
Hingga saat ini, kebenaran kandungan isi kemasan serta dugaan unsur kesengajaan dalam pembagian minuman tersebut masih dalam proses pembuktian oleh pihak berwenang.

















































































