Jakarta, Gesuri.id - Transparency International mencatat mantan Presiden Soeharto sebagai pemimpin dunia yang paling banyak dituduh menggelapkan uang negara.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (8/11).
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis
"Dalam daftar itu disebutkan, Soeharto (Indonesia) korupsi sebesar US$ 15-35 miliar, Ferdinand E. Marcos (Filipina) US$ 5-10 miliar, dan Mobutu Sese Seko (Kongo) US$ 5 miliar (New York Times, 26 Maret 2004, Asia: Indonesia: Suharto Tops List Of Embezzling Leaders)." Ungkap Usman.
Laporan Stolen Asset Recovery (StAR) Initiative yang ditulis oleh Kantor PBB (UN Office on Drugs and Crime/UNODC) bersama Bank Dunia pada tahun 2005 menyebutkan bahwa Soeharto berada pada peringkat 1 sebagai Presiden terkorup di abad 20.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Ketika itu, Bank Dunia memeriksa jaringan patronase dan struktur kleptokrasi yang mengakar di bawah rezim Orde Baru, yang secara sistematis menggunakan kekuasaan negara untuk memperkaya keluarga penguasa dan rekan dekatnya." Papar Usman
Soeharto memikul tanggung jawab atas pelembagaan korupsi melalui pelemahan lembaga negara yang disengaja, akumulasi utang publik yang besar karena salah urus sektor keuangan, penipisan sumber daya alam Indonesia yang cepat, dan mengakarnya kronisme dan korupsi di kalangan elit bisnis.

















































































