Ikuti Kami

Rita Haryati Ajak Warga Magetan Jaga Persatuan dan Gotong Royong Lewat Napak Tilas

Rita mengatakan, napak tilas bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan hari jadi daerah.

Rita Haryati Ajak Warga Magetan Jaga Persatuan dan Gotong Royong Lewat Napak Tilas
Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati, saat mengikuti napak tilas Ngunut–Parang dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-351 - Foto: Web DPD PDI Perjuangan Jatim

Magetan, Gesuri.id - Semangat persatuan dan gotong royong harus terus dijaga sebagai warisan berharga dari para pendahulu. Pesan itu disampaikan Anggota Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati, saat mengikuti napak tilas Ngunut–Parang dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-351, Sabtu (24/10/2026).

Rita mengatakan, napak tilas bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan hari jadi daerah. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan pemerintahan dan meneruskan perjuangan pada masa awal kemerdekaan.

“Semangat persatuan dan gotong royong harus terus kita jaga sebagai warisan berharga,” kata Rita, Sabtu.

Napak tilas Ngunut–Parang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, masyarakat umum, instansi, hingga organisasi perangkat daerah (OPD). Berdasarkan data panitia, tercatat 404 regu dan peserta yang ambil bagian.
Peserta tersebut terdiri atas 27 regu tingkat SMP, 30 regu tingkat SMA, 123 regu kategori umum, instansi, dan OPD, serta 224 peserta perorangan.

Dengan jarak tempuh sekitar 15 kilometer, para peserta harus menjaga kondisi fisik sepanjang perjalanan. Rita mengapresiasi antusiasme peserta yang tinggi meski menghadapi cuaca terik.

“Meski cuaca cukup terik, antusiasme peserta tetap tinggi menempuh jarak sekitar 15 kilometer hingga garis finis,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga stamina dan kesehatan selama mengikuti kegiatan. Menurut Rita, kondisi cuaca yang panas perlu menjadi perhatian bersama agar rangkaian napak tilas berlangsung tertib, lancar, dan seluruh peserta dapat menyelesaikan perjalanan dengan baik.

Lebih dari sekadar perjalanan menelusuri jejak sejarah, napak tilas Ngunut–Parang mengajak masyarakat memahami kembali salah satu fase penting perjalanan pemerintahan Kabupaten Magetan pada 1948–1951.
Pada masa itu, pusat pemerintahan Kabupaten Magetan dipindahkan dari kota ke Desa Ngunut, Kecamatan Parang.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kekosongan kekuasaan sekaligus menjaga keberlangsungan pemerintahan di tengah situasi perjuangan.

Bagi Rita, mengenang sejarah menjadi bagian penting dalam membangun kecintaan masyarakat terhadap daerah. Jasa para pendiri dan tokoh terdahulu perlu terus diingat agar nilai perjuangan mereka tetap hidup di tengah masyarakat.

“Napak tilas ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Magetan hari ini tidak lepas dari jasa para pendiri dan tokoh terdahulu,” imbuhnya.

Melalui kegiatan tersebut, Rita berharap semangat perjuangan masa lalu tidak berhenti sebagai cerita sejarah, tetapi menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, dan bergotong royong membangun Kabupaten Magetan.

Quote