Ikuti Kami

Sofyan Tan Ajarkan Makna Solat di Isra Mikraj Universitas ST Bhinneka

Sofyan mengingatkan kepada seluruh civitas akademika agar tidak sekadar menjadi “Islam KTP”, melainkan benar-benar menghayati ajaran agama.

Sofyan Tan Ajarkan Makna Solat di Isra Mikraj Universitas ST Bhinneka
Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), dr Sofyan Tan,

Jakarta, Gesuri.id – Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), dr Sofyan Tan, menekankan pentingnya pemaknaan solat sebagai fondasi pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan kemanusiaan dalam kehidupan.

Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Universitas ST Bhinneka, Sabtu (24/1).

Peringatan Isra Mikraj yang mengusung tema “Menguatkan Nilai Inklusif dan Kemanusiaan untuk Pembangunan Manusia yang Holistik Meneladani Semangat Isra Mikraj” itu digelar di halaman parkir Kampus Universitas ST Bhinneka, Jalan TB Simatupang, Medan.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur 

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin keluarga besar YPSIM sebagai bagian dari upaya membangun toleransi dan kebersamaan di lingkungan pendidikan.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu menyampaikan bahwa setiap peringatan hari besar keagamaan di lingkungan YPSIM merupakan bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta Persatuan Indonesia.

Sofyan Tan mengingatkan kepada seluruh civitas akademika agar tidak sekadar menjadi “Islam KTP”, melainkan benar-benar menghayati ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, peringatan Isra Mikraj yang hanya dilaksanakan setahun sekali seharusnya dimaknai secara mendalam.

“Kita ingin meneladani pemimpin Islam, kebaikan dan akhlaknya. Pintar saja tidak cukup. Jika akhlaknya tidak baik, ibarat mobilnya bagus tetapi sopirnya ugal-ugalan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak hanya bertugas mencetak mahasiswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Selama 45 tahun berkecimpung di dunia pendidikan, Sofyan Tan mengaku tidak pernah absen menghadiri peringatan keagamaan seperti Isra Mikraj, Maulid Nabi, buka puasa Ramadan bersama, hingga halal bihalal Idulfitri.

Dalam paparannya, Sofyan Tan menjelaskan bahwa salah satu peristiwa penting dalam Isra Mikraj adalah perintah solat lima waktu. Solat, menurutnya, mengajarkan empat nilai utama, yakni kedisiplinan, kebersihan, ketaatan kepada Tuhan, dan pengendalian emosi.

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Pentingnya Integritas 

“Solat mengajarkan disiplin waktu, seperti bangun di waktu Subuh yang menyehatkan. Solat juga mengajarkan kebersihan karena diawali dengan wudu, serta pengendalian emosi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia meyakini, jika nilai-nilai tersebut benar-benar diterapkan, maka kehidupan bermasyarakat dan bernegara akan berjalan lebih aman dan harmonis. “Yang kita harapkan bukan Islam KTP, tetapi Islam yang toleran dan menjunjung kemanusiaan,” tambahnya.

Peringatan Isra Mikraj tersebut menghadirkan penceramah Ustad Dianto MPd, serta dihadiri oleh Ketua YPSIM Finche Kosmanto, Rektor Universitas ST Bhinneka Bobby C. Halim, jajaran wakil rektor, dekan, kepala program studi, dosen, serta mahasiswa Universitas ST Bhinneka.

Quote