Ikuti Kami

Ancaman Nyata Rumah Tangga & UMKM: Darurat Modal Usaha dan Kunci Penyelamat Lewat Sinergi KUR-BRImo

Darmadi menegaskan urgensi keberpihakan nyata negara dan sektor perbankan terhadap perekonomian rakyat. 

Ancaman Nyata Rumah Tangga & UMKM: Darurat Modal Usaha dan Kunci Penyelamat Lewat Sinergi KUR-BRImo
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, dan Investasi sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Prof. Dr. Darmadi Durianto, S.E., M.B.A.,

​Jakarta, Gesuri.id — Di tengah dinamika ekonomi nasional yang menuntut penguatan fondasi dari tingkat akar rumput, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, dan Investasi sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Prof. Dr. Darmadi Durianto, S.E., M.B.A., menegaskan urgensi keberpihakan nyata negara dan sektor perbankan terhadap perekonomian rakyat. 

Penegasan krusial tersebut disampaikan dalam sosialisasi edukasi publik bertema "Akses Modal, Usaha Tumbuh, Transaksi Mudah: Mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dan Layanan Keuangan Digital BRImo" di Jakarta, Senin (26/10/2026).  

​Darmadi memaparkan, dalam menggerakkan roda perekonomian keluarga dan pelaku usaha, masyarakat dihadapkan pada dua kebutuhan dasar yang saling melengkapi. Pertama, kebutuhan akses permodalan untuk membeli bahan baku, menambah stok, atau meningkatkan kapasitas produksi. 

Baca: Berita kumpulan ganjar pranowo hari ini 

Kedua, kebutuhan kemudahan transaksi praktis untuk transfer, membayar tagihan, menerima pembayaran, hingga memeriksa kondisi keuangan secara tertib.  

​Sebagai representasi pengawasan legislatif, Darmadi menegaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI bukanlah dana hibah atau bantuan cuma-cuma. KUR adalah instrumen pembiayaan resmi yang wajib dikelola dengan penuh tanggung jawab serta dicicil sesuai akad dan ketentuan berlaku. 

​Berdasarkan data kinerja hingga September 2026, penyaluran KUR BRI menunjukkan komitmen nyata dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan:  

1. ​Realisasi Kumulatif: Penyaluran periode Januari hingga September 2026 telah mencapai Rp167,01 triliun.  

2. ​Pencapaian Target: Angka tersebut merepresentasikan 87,9% dari target total tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp190 triliun.  

3. ​Jumlah Penerima: Pembiayaan produktif ini sukses disalurkan kepada sekitar 2,7 juta debitur UMKM di seluruh Indonesia.  

4. ​Rekam Jejak: Capaian ini melengkapi performa penuh tahun 2025 sebesar Rp178,08 triliun dan periode Januari–Juni 2026 yang menyentuh angka Rp103,81 triliun.  

​Komitmen kerakyatan ini juga tercermin dari besarnya porsi pembiayaan yang dialirkan ke sektor riil. Tercatat sebesar 68,71% dari total penyaluran KUR BRI—atau senilai Rp114,76 triliun—dialirkan khusus untuk mendukung sektor pertanian, pengolahan, serta kegiatan produktif lokal lainnya.  

Baca: Temukan Kelas Acak-acakan, Ini Reaksi Ganjar

​Pemerintah bersama perbankan BUMN menghadirkan tiga kategori skema KUR yang disesuaikan dengan skala kebutuhan masyarakat:  

- ​Super Mikro: Plafon pembiayaan hingga Rp10 juta dengan tingkat suku bunga ringan sebesar 3% efektif per tahun.  

- ​Mikro: Plafon di atas Rp10 juta hingga Rp100 juta dengan suku bunga mulai dari 6% efektif per tahun.  

- ​Kecil: Plafon di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta dengan suku bunga mulai dari 6% efektif per tahun.  

​Bagi masyarakat yang ingin mengakses fasilitas ini, terdapat kriteria ketat yang harus dipenuhi, yakni usaha aktif, layak, memiliki kegiatan jelas, serta telah berjalan minimal 6 bulan, dilengkapi dokumen identitas (KTP, KK) serta NIB. Masyarakat juga diimbau waspada terhadap penipuan dengan cara mengajukan langsung melalui unit kerja resmi BRI tanpa pernah menyerahkan data sensitif kepada pihak yang menjanjikan pencairan instan.

Quote