Ikuti Kami

Edy Wuryanto Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Rembang

Rembang kaya akan potensi sumber daya seperti ikan, telur, sayuran, dan bahan pangan bergizi lainnya.

Edy Wuryanto Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Rembang
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto.

Jakarta, Gesuri.id — ​Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan gotong royong dan kesadaran bersama, salah satunya dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal yang melimpah.

​"Rembang kaya akan potensi sumber daya seperti ikan, telur, sayuran, dan bahan pangan bergizi lainnya. Masyarakat harus mau mengonsumsi bahan lokal tersebut agar terhindar dari risiko kekurangan gizi," tutur Edy saat memberikan arahan pada kegiatan edukasi gizi di Kabupaten Rembang.

Seperti diketahui persoalan stunting masih menjadi tantangan besar nasional dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Dampak stunting tidak hanya terbatas pada kondisi fisik anak yang kerdil, melainkan juga memengaruhi perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

​Edy mengapresiasi tren penurunan angka stunting di Kabupaten Rembang yang terus menunjukkan hasil positif. Untuk mengakselerasi tren baik tersebut, pemerintah terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​"Program MBG tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga diarahkan bagi ibu hamil dan ibu yang berisiko melahirkan anak stunting, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini," tambah Edy.

​Sejalan dengan arahan Edy Wuryanto, Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, Theresiana Ari Wijayanti, mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

​Theresiana menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum anak lahir, yakni sejak masa remaja putri hingga pemberian ASI eksklusif selama enam bulan. Setelahnya, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang dan aman dari cemaran berbahaya menjadi kunci utama fondasi kecerdasan anak.

​"Jangan asal kenyang, tetapi lihat isi piring kita. Harus seimbang—ada karbohidrat, protein, dan vitamin. Jadi bukan sekadar kenyang, melainkan harus bergizi dan aman," pangkas Theresiana.

​Melalui sinergi kebijakan pemerintah dan edukasi keamanan pangan di tingkat rumah tangga, kesadaran masyarakat diharapkan terus meningkat. Ketika gizi seimbang dari pangan lokal menjadi kebiasaan sehari-hari, langkah mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan bebas stunting akan semakin nyata.

Quote