Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Sudirta, mengungkapkan saat ini masih banyak koruptor yang tidak takut mendekam di penjara akibat pengawasan yang lemah dan mudah dimanipulasi.
"Karena sudah terbukti banyak koruptor yang ditangkap, ditahan, dipenjara, dia kos di samping penjara, dia enggak takut dipenjarakan," kata Wayan dalam rapat penyerapan aspirasi lanjutan RUU Perampasan Aset di Komisi III DPR, dikutip Kamis (17/9/2026).
Menurut Wayan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa hukuman penjara belum sepenuhnya memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi. Ia menilai pengawasan terhadap narapidana korupsi harus diperkuat agar pelaksanaan hukuman tidak mudah dimanipulasi.
Dalam kesempatan tersebut, Wayan juga menegaskan dukungan Fraksi PDI Perjuangan terhadap pengesahan RUU Perampasan Aset. Namun, ia menekankan bahwa pelaksanaan aturan tersebut oleh aparat penegak hukum harus dilakukan secara konsisten.
Wayan menilai negara tidak boleh kalah oleh para koruptor. Ia bahkan mendukung wacana pemiskinan koruptor melalui mekanisme perampasan aset, dengan aset hasil kejahatan dikembalikan kepada negara.
"Dipenjarakan penting, karena dia bersalah, tapi lebih penting mengembalikan kerugian negara," ucapnya.
Meski mendukung pengesahan RUU Perampasan Aset, Wayan mengingatkan agar aturan tersebut tetap memberikan perlindungan terhadap hak-hak setiap warga negara. Menurutnya, undang-undang tidak boleh menjadi instrumen untuk melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap seseorang hanya berdasarkan tuduhan sebagai koruptor.
Karena itu, ia menekankan pentingnya jaminan perlindungan hukum bagi pihak yang dikenai ketentuan perampasan aset. Mereka harus tetap diberikan hak untuk melakukan pembelaan secara maksimal dalam proses hukum.
Selain itu, legislator asal Bali tersebut juga mengingatkan agar penerapan undang-undang perampasan aset tidak dipolitisasi. Ia mencontohkan kasus seorang pengusaha di Rusia yang disebut dimiskinkan karena menjadi pihak oposisi.
"Hindari politisasi, karena di Rusia pernah ada seorang pengusaha kuat, karena dia beroposisi, tanpa sebab yang jelas, dia ditangkap, dan ini menjadi berita dunia. Ini juga sudah diantisipasi oleh kami," pungkasnya.

















































































