Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Ika Siti Rahmatika mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun budaya integritas sebagai upaya pencegahan korupsi.
Hal ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!” yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan partisipasi semua pihak dalam memberantas praktik korupsi.
Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan
Menurut Ika, upaya pemberantasan korupsi tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah atau lembaga penegak hukum saja.
“Korupsi adalah masalah bersama. Untuk menanganinya, kita semua harus terlibat, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor pendidikan dan swasta,” ujar Ika.
Legislator PDI Perjuangan ini menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini, baik dalam keluarga, lingkungan pendidikan, maupun tempat kerja. Budaya integritas yang kuat diyakini akan menurunkan peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang dan praktik korupsi.
“Setiap individu memiliki peran. Dengan melakukan tindakan kecil yang jujur dan transparan, kita ikut menciptakan lingkungan yang bersih dari korupsi,” tambahnya.
Ika Siti juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam program-program antikorupsi yang digagas pemerintah maupun organisasi masyarakat. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan antara lain sosialisasi anti-korupsi, pelaporan pelanggaran secara terbuka, hingga mendukung pendidikan karakter dan etika bagi generasi muda.
Tema Hakordia 2025, “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!”, menurut Ika, mencerminkan kekuatan kolaborasi.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
“Ini bukan sekadar slogan. Artinya, pemberantasan korupsi akan lebih efektif jika dilakukan secara bersama-sama. Setiap tindakan jujur, sekecil apa pun, memiliki dampak besar bila dilakukan secara kolektif,” ujarnya.
Ika Siti berharap, momentum Hakordia 2025 dapat menjadi pemicu bagi masyarakat Jawa Barat untuk lebih kritis terhadap praktik korupsi dan berani mengambil langkah-langkah preventif.
“Kita harus mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Dengan kesadaran kolektif, budaya bersih dan integritas akan menjadi fondasi pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan,” tutupnya.

















































































