Jakarta, Gesuri.id - Kader PDI Perjuangan sekaligus Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti kabar yang beredar di jagat maya mengenai penangkapan sejumlah jenderal Polri, termasuk mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Ia mengaitkan mencuatnya isu tersebut dengan kehadiran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Jakarta serta dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
"Momen penangkapan 4 jenderal Polri ini bertepatan dengan kehadiran Jokowi di Jakarta," ujar Jhon, dikutip Rabu (4/11/2026).
"Rasanya, sulit untuk tidak berpikiran jika dugaan penyadapan Presiden Prabowo berhubungan dengan langkah Jokowi ke Ibukota," tambahnya.
Pernyataan Jhon tersebut muncul di tengah ramainya narasi di media sosial yang menyebut adanya penangkapan terhadap sejumlah petinggi kepolisian. Isu itu dikaitkan dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, yang dikenal dengan sebutan '08'.
Berdasarkan informasi yang beredar, kabar yang belum terverifikasi tersebut juga menyebut adanya keterlibatan Kejaksaan Agung serta pihak yang disebut sebagai 'Solo'.
Selain itu, muncul narasi mengenai rencana konferensi pers terkait penangkapan tiga orang berinisial AS, F, dan E. Sosok yang disebut dengan inisial LSP juga dikabarkan telah mengakui keterlibatannya dalam dugaan penyadapan tersebut.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang mengenai kebenaran kabar penangkapan, identitas pihak-pihak yang disebut, maupun dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
Menanggapi perkembangan isu tersebut, Jhon menilai apabila dugaan penyadapan benar terjadi, posisi Listyo Sigit dan pihak yang disebutnya sebagai 'geng Solo' akan menghadapi persoalan serius.
"Jika dugaan ini benar terjadi, sulit bagi Jenderal Listyo Sigit untuk membela diri, juga sulit bagi geng Solo untuk menyelamatkan diri," tegasnya.
Lebih lanjut, Jhon menyampaikan dukungannya terhadap langkah Presiden Prabowo yang menurut penilaiannya tengah melakukan pembenahan di tubuh aparat penegak hukum.
Ia menilai tindakan tegas diperlukan terhadap aparat yang masih terindikasi memiliki loyalitas kepada penguasa sebelumnya.
"Langkah Presiden Prabowo bersih-bersih sudah tepat, menindak tegas penegak hukum yang masih terindikasi loyal pada penguasa sebelumnya," jelasnya.
Jhon juga menekankan bahwa seorang presiden membutuhkan jajaran yang dapat dipercaya dan menjalankan tanggung jawab sesuai kepemimpinan yang sedang berlangsung.
"Presiden butuh orang yang bisa dipercaya, bukan orang yang melapor pada matahari lain," jelasnya.
Meski demikian, berbagai tudingan mengenai penangkapan jenderal Polri dan dugaan penyadapan tersebut masih berupa informasi yang beredar di media sosial. Kebenarannya perlu menunggu klarifikasi dan keterangan resmi dari institusi terkait.

















































































