Garut, Gesuri.id - Mantan Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal (Purn) Anton Charliyan menungkapkan, angka loyalis Pancasila di wilayah Priangan Timur atau Jawa Barat bagian selatan semakin berkurang.
Baca: Gerakan Radikal Pro Khilafah, Ancaman Bagi Indonesia
“Tahun lalu catatan Wahid Institute, jumlah pihak pro intoleransi mencapai 38,9 persen, saat pilpres sudah di atas 50 persen,” ujar Anton di Garut, baru-baru ini.

Anton melanjutkan, peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terjadi di Garut tahun lalu, ikut membangkitkan semangat berjuang kelompok pro-khilafah yang cenderung intoleran.
Baca: Penegakkan TAP MPRS 25/1966 untuk Kesaktian Pancasila
“Akhirnya isu itu (pembakaran bendera) terus digoreng angger panas (tetap panas),” kata dia.
Anton memaparkan, sebagai bekas basis massa perjuangan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Indonesia, wilayah Garut-Tasikmalaya kerap didera isu khilafah.
"Isu itu menjadi bagian dari upaya mendirikan negara Islam di Indonesia," ujar Anton yang juga kader PDI Perjuangan ini.

















































































