Ikuti Kami

Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Sleman Perluas Beasiswa 'Sleman Pintar' Lewat Kuliah Magang Industri

Melalui Beasiswa "Sleman Pintar", pemerintah daerah memperluas sasaran penerima manfaat guna memutus rantai kemiskinan antar-generasi.

Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Sleman Perluas Beasiswa 'Sleman Pintar' Lewat Kuliah Magang Industri
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Sleman, Gesuri.id  – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus memperkuat komitmennya dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia sekaligus menanggulangi kemiskinan struktural. 

Melalui program Beasiswa "Sleman Pintar", pemerintah daerah memperluas sasaran penerima manfaat guna memutus rantai kemiskinan antar-generasi.

​Langkah ini dipertegas dalam acara Sosialisasi Beasiswa "Sleman Pintar" yang digelar di Ruang Seminar Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Minggu (5/7).

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman, memaparkan tiga strategi utama pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan.

​Pertama adalah jaminan sosial bagi warga miskin nonproduktif seperti lansia dan penderita sakit menahun. Kedua, peningkatan keterampilan bagi kelompok usia produktif. Ketiga, memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi melalui sektor pendidikan tinggi.

​"Secara data empiris, anak dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi cenderung mewarisi kondisi orang tuanya karena keterbatasan akses," ujar Danang.

​Menurut Danang, intervensi terbaik untuk mematahkan siklus tersebut adalah melalui pemenuhan fasilitas pendidikan yang mumpuni.

​"Lewat program 'Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana' ini, Pemkab Sleman membiayai penuh uang semesteran sehingga orang tua tidak perlu cemas lagi. Tugas mahasiswa hanya satu: belajar, tangguh, cepat lulus, dan berprestasi," tegasnya.

​Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa keunggulan Beasiswa Sleman Pintar di UTY terletak pada konsep perkuliahan yang diintegrasikan langsung dengan program magang kerja industri. Skema ini dirancang agar lulusan memiliki daya saing tinggi dan siap kerja.

​"Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya dijejali teori, melainkan langsung diterjunkan ke dunia usaha untuk mengasah keterampilan teknis (skill), bahkan berpeluang mendapatkan penghasilan mandiri selama masa magang," kata Danang.

​Model kolaborasi gotong royong yang melibatkan pemerintah daerah selaku penyedia beasiswa, perguruan tinggi sebagai pelaksana akademik, orang tua sebagai pendamping moral, dan dunia usaha selaku penyerap tenaga kerja ini diklaim telah membuahkan hasil nyata.

​Bahkan, program inovatif ini sukses menarik perhatian nasional. Kementerian serta instansi pusat, termasuk Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, telah melakukan kunjungan studi banding ke UTY untuk mendalami formula keberhasilan skema magang kerja Sleman Pintar tersebut.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo 

​Pada kesempatan yang sama, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dari pihak keluarga agar program ini berjalan optimal. Harda meminta para orang tua aktif memantau perkembangan belajar anak-anak mereka.

​"Saya memohon kepada para orang tua atau wali mahasiswa, tolong perhatikan betul anak-anak kita. Belajarnya dipantau secara detail dan terus dimotivasi, tidak semua anak di Sleman mendapat kesempatan berharga ini," tutur Harda.

​Harda menambahkan bahwa di era digital yang penuh tantangan, komitmen kuat dari mahasiswa sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, Pemkab Sleman bersama DPRD Sleman berkomitmen untuk terus mengawal dan memastikan ketersediaan dana anggaran program ini.

​Sebagai informasi, Beasiswa "Sleman Pintar" merupakan program jangka panjang yang didanai secara mandiri melalui optimalisasi APBD, mulai dari komponen pajak, retribusi, aset daerah, hingga dana insentif pemerintah pusat. Dana publik ini dikembalikan sepenuhnya untuk memberikan fasilitas bagi masyarakat yang kurang mampu agar dapat mengakses pendidikan tinggi.

Quote