Ikuti Kami

Cak Eri Imbau Warga Surabaya Tak Panik Akan Stok Kebutuhan Bahan Pokok

Eri mengatakan bahwa pasar murah digelar sebagai strategi untuk menstabilkan harga sekaligus memenuhi kebutuhan bahan pokok.

Cak Eri Imbau Warga Surabaya Tak Panik Akan Stok Kebutuhan Bahan Pokok
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Jakarta, Gesuri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau warga Kota Pahlawan agar tidak panik terhadap stok kebutuhan bahan pokok. Sebab, pemkot terus berupaya menyediakan dan mendekatkan kebutuhan bahan pokok itu kepada warga melalui pasar murah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa pasar murah digelar sebagai strategi untuk menstabilkan harga sekaligus memenuhi kebutuhan bahan pokok.

Selain melalui 244 titik pasar murah, warga juga bisa membeli bahan pokok dengan harga murah di Kios TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah).

BaCa: Memaknai 34 Menit Ganjar Pranowo dan Najwa Shihab

“Jadi pasar murah ini kita lakukan terus sampai akhir tahun. Selama harga di pasar belum stabil, maka kita lakukan ini terus,” kata Eri Cahyadi usai membuka pasar murah di Rusunawa Penjaringansari, Selasa (12/3).

Dia menjelaskan bahwa pasar murah maupun Kios TPID, menyediakan beragam jenis kebutuhan pokok. Seperti beras medium dan premium, gula, telur hingga minyak. 

“Kita jaga seperti harga HET (Harga Eceran Tertinggi),” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Kios TPID ini tidak sepenuhnya bisa dijangkau oleh masyarakat. Sebab, pihaknya menyadari bahwa tidak semua warga rumahnya dekat dengan Kios TPID yang lokasinya berada di pasar-pasar tradisional.

“Makanya kami mengadakan Pasar Murah di 244 titik. Dimana satu titik itu mengcover beberapa RW, itu agar mendekatkan kepada masyarakat,” jelas Cak Eri.

Dia berharap, keberadaan Kios TPID dan pasar murah di 244 titik, maka inflasi bisa terjaga dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Dengan begitu diharapkan pula masyarakat memiliki keyakinan bahwa stok bahan pokok di Surabaya aman.

“Jadi kita menjaga stabilitas harga dan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Di sisi lain, Cak Eri juga menyatakan terus berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan terkait stok bahan pokok. Koordinasi dilakukan untuk memastikan stok maupun mencegah adanya penimbunan bahan pokok.

“Sehingga harapan kami, dengan begitu maka kita tahu kebutuhan-kebutuhan yang ada di setiap pasar Surabaya. Alhamdulillah sampai hari ini kebutuhan masih terjaga,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, menurutnya, Pemkot Surabaya juga menjalin kerja sama terkait penyediaan bahan pokok dengan distributor atau daerah penghasil. Makanya, harga bahan pokok yang dijual di pasar murah itu lebih terjangkau.

BaCa: Semangat Kemanusiaan Ganjar Pranowo

“Kita bergerak dengan daerah penghasil, seperti telur itu kita ambil langsung di Blitar. Kemudian cabe juga kita koordinasi dengan Nganjuk dan sekitarnya, seperti bawang merah juga sama,” bebernya.

Sementara itu, warga Rusunawa Penjaringan Sari Kecamatan Rungkut, Luluk, mengapresiasi gelaran pasar murah yang diadakan Pemkot Surabaya. Dia mengaku membeli sejumlah bahan pokok seperti beras dan bawang merah di pasar murah.

“Sangat membantu warga, karena murah. Kalau di luar kan tidak boleh harga segini, selisihnya jauh. Semoga digelar terus sampai Lebaran, biar membantu warga,” harap dia.

Quote