Ikuti Kami

Catat! Sistem Khilafah Tertolak di Tanah Air

Sebab, Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri dari masyarakat dengan latar belakang budaya dan agama berbeda.

Catat! Sistem Khilafah Tertolak di Tanah Air
Wakil Presiden Terpilih Kiai Ma'ruf. Foto: ngopibareng.id.

Jakarta, Gesuri.id – Wakil Presiden terpilih Kiai Ma’ruf menegaskan khilafah tidak bisa dijalankan di Indonesia. 

Sebab, Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri dari masyarakat dengan latar belakang budaya dan agama berbeda.

Baca: Bung Karno Sudah Menolak Khilafah Sejak Lama

"Kenapa khilafah ditolak di Indonesia? Saya bilang bukan ditolak tapi tertolak," kata Kiai Ma’ruf di Jakarta, Rabu (17/7).

Kiai Maruf menjelaskan khilafah juga Islami, sebab pernah ada zaman Khilafah Ustmaniyah dan Khilafah Abbasiyah. 

Tapi bukan hanya khilafah, sistem kerajaan seperti di Saudi Arabia, keamiran di Kuwait, hingga sistem Republik di Indonesia juga Islami.

Khilafah di Indonesia papar Ma’ruf bukan ditolak, tapi tertolak karena menyalahi kesepakatan pendirian negara Indonesia. Sebab, dasar negara Pancasila dan UUD 45 tak bisa diganggu gugat.

"Maka landasannya menurut perspektif Islam Pancasila itu adalah titik temu. Kemudian, UUD 45 adalah kesepakatan nasional," ungkapnya.

Baca: Dana Sawit untuk Teroris Bangun Khilafah Harus Dibongkar

Lebih lanjut Kiai Maruf menjabarkan persoalan mengenai kenegaraan seharusnya sudah selesai dibicarakan. Ia menyebut perspektif pemahaman Islam sebagai rahmatan lil alamin sudah memposisikan Indonesia sebagai negara bersama.

"Karena Indonesia ini bukan hanya kita, tapi Indonesia ini berkita-kita. Bukan hanya satu kita. Ada kita ini kita itu, Indonesia adalah berkita-kita, majemuk," pungkasnya.

Quote