Ikuti Kami

Endro: Pilkada Saat Pandemi Luar Biasa Rentan Politik Uang 

Bawaslu perlu melakukan kerja ekstra dalam melakukan pengawasan Pilkada Serentak 2020.

Endro: Pilkada Saat Pandemi Luar Biasa Rentan Politik Uang 
Anggota Komisi II DPR RI Endro S. Yahman.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI Endro S. Yahman mengingatkan Pilkada di masa pandemi lebih sangat rawan politik uang atau 'money politik' akibat kesulitan ekonomi masyarakat. 

Untuk itu, ia meminta Bawaslu melakukan kerja ekstra dalam melakukan pengawasan.

"Bawaslu juga punya tanggung jawab terhadap peningkatan partisipasi pemilih sebagai salah satu indikator kualitas demokrasi," ungkap Endro kepada pers, Selasa (20/10).

Baca: PAC Kota Pinang Kecam Penolakan Pasien PBI BPJS

Evaluasi untuk KPU, sambung Endro, dalam sosialisasi masih dianggap kurang inovatif, masih bekerja dengan pola normal dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

"Padahal Pilkada di masa pandemi Covid-19 banyak pembatasan dalam sosialisasi secara fisik untuk mencegah penyebaran Covid-19," ujar Endro.

Sementara untuk peserta Pemilu dalam menjalankan kampanye, ia menilai sudah cukup baik dalam mematuhi protokol Covid 19. 

"Sedangkan dalam menggalang pemilih juga masih gagap dalam menyesuaikan dengan peraturan kampanye menggunakan protocol Covid-19," tandas Endro yang juga politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, tahapan kampanye Pilkada serentak tahun 2020 sudah memasuki hari ke 25 hingga Senin (20/10). Tercatat ada sejumlah pelanggaran protokol kesehatan dan pelanggaran lain seperti politik uang.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah untuk berani menindak tegas pasangan calon (paslon) yang kedapatan melanggar ketentuan protokol kesehatan saat kampanye.

Selain kepada Bawaslu, Tito pun mengingatkan aparat kepolisian untuk juga melakukan penindakan tegas. Menurutnya, ada banyak peraturan yang bisa digunakan, mulai dari Undang-Undang (UU) Karantina Kesehatan hingga UU Wabah Penyakit Menular.

"Alhamdulillah dalam 25 hari ini pelaksanaan kampanye relatif aman dari potensi konflik, ada 1-2 yang panas seperti di Donpu (Nusa Tenggara Barat) ada di NTT, kemudian di Banggai (Sulawesi Tengah) waktu itu, akan tetapi dapat dikendalikan," kata Tito dalam webinar bertajuk Pilkada Berintegritas 2020, Selasa (20/10).

Dikatakan Mendagri, pihaknya telah mendorong untuk Bawaslu dan Polri, jika ada pelanggaran yang dilakukan mohon untuk ditindak.

Tito mengajak para peserta dan penyelenggara untuk bahu membahu menjaga kualitas Pilkada 2020 yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19. 

Menurutnya, jika Pilkada ini berhasil terlaksana, maka Indonesia telah menciptakan sejarah baru.

"Kita jaga betul supaya pemilu ini berkualitas dan dilaksanakan di tengah pandemi. Ini yang pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia. Kita adalah bagian dari sejarah ini, mungkin pemilu yang selanjutnya tidak akan seperti ini," ucapnya.

Baca: Budianto Surbakti Soroti Mafia Pupuk, Jabatan & Mafia Proyek

Sehingga, tambah Mendagri, pihaknya mendorong rekan-rekan KPU daerah yang bertanggung jawab betul-betul menunjukkan netralitas. "Hanya dengan netralitas rekan-rekan akan dihargai oleh pasangan calon," kata Mendagri.

Begitu juga dengan Bawaslu, kata Mendagri. Ia berharap, Bawaslu bisa mencegah tindak transaksional dalam Pilkada. Jika ada jangan ragu untuk menindak tegas.

"Saya juga mohon dengan hormat kepada jajaran penegak hukum KPK, kemudian Polri, Kejaksaan, Saya sudah sampaikan juga kalau ada oknum yang berbuat demikian tindak tegas, untuk memberikan contoh kepada yang lain. Memberikan efek deteren (jera) kepada yang lain," ujarnya.

Jangan sampai, tegas Mendagri, pesta demokrasi menjadi pesta yaitu transaksional. Ketegasan menjadi kunci. "Saya kira di samping itu adalah komitmen dari rekan-rekan jajaran KPU dan Bawaslu serta pengawasan yang ketat dan saya juga sudah minta kepada DKPP  untuk tegas bertindak kepada penyelenggara yang melakukan pelanggaran, apalagi yang berhubungan transaksional untuk kemenangan," katanya.

Peran Bawaslu kata Mendagri, sangat penting. Karenanya yang harus dijaga oleh badan pengawas adalah jadi pihak netral. Nomor 1 adalah netral. Sebab Bawaslu adalah pengawas yang sangat menentukan fair tidaknya sebuah pertandingan. Kalau pengawasnya netral,  pengawasnya baik, maka akan dihormati dan disegani.

Quote