Jakarta, Gesuri.id – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf mempertanyakan kesolidan dan rasa empati pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 yang tidak hadir selama acara pemakaman Ani Yudhoyono.
"Kami juga bertanya-tanya walau kami menghormati pilihan untuk tidak hadir. Apapun alasannya, harusnya momen berduka ini tidak dikaitkan dengan politik," kata influencer TKN Jokowi-Kiai Ma’ruf Eva Kusuma Sundari.
Baca: Megawati ke Pemakaman Ani, Contoh Kedewasaan Berdemokrasi
Menurutnya, saatnya bahasa kemanusiaan dimenangkan.
"Saya yakin situasi akan jauh positif jika mereka juga hadir memberikan penguatan kepada keluarga Pak SBY. Ini merupakan momen terendah dalam keluarga SBY. Semoga mereka (kubu Prabowo) hadir di kemudian hari," ucap Eva.
Politikus Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menilai Ramadan adalah bulan penuh berkah, seharusnya sudah mampu membuka hati dan pikiran siapapun untuk jernih dan menanggalkan polemik politik antar kubu paslon pada Pilpres 2019.
"Wafatnya Ibu Ani seharusnya semakin membuka hati kita untuk melupakan adanya perselisihan pilpres, karena jabatan tidak punya arti apa-apa dalam kehidupan kita," ujarnya kepada Tagar, Minggu, 2 Juni 2019.
Sayangnya, lanjut Inas, berkah Ramadan sama sekali tidak hadir di kubu paslon 02.
"Bahkan sama sekali tidak menghormati berpulangnya salah seorang Ibu Bangsa yang keluarganya pada saat pilpres telah berjuang habis-habisan untuk Prabowo Sandi," ucap Inas.
"Apakah Allah SWT sedang membuka mata rakyat Indonesia tentang siapa sebenarnya Prabowo Subianto? Wallahualam!" kata Inas.
Saat disinggung bahwa Prabowo dan Sandiaga Uno sedang berada di luar negeri, Inas mempertanyakan pentolan kubu 02 lainnya yang juga tak hadir di pemakaman.
Baca: Usai Melayat, Puan Sempatkan Ziarah ke Makam Taufik Kiemas
"Lho yang keluar negeri, kan Prabowo-Sandi bukan? Lalu kemana Djoko Santoso? Amien Rais? Habiburokhman, dan lainnya? Termasuk Anies Baswedan! Kemana? Kemana Yusuf Martak, Haikal dan Aa Gym?" ujarnya bertanya.
Ia menambahkan jangan karena SBY mengatakan bahwa setelah pengumuman KPU maka koalisi demokrat selesai, lalu tidak lagi mau bersahabat dan bersilaturahmi.

















































































